Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembangunan Huntap Korban Banjir Bandang Lebak Terkendala Lahan
Pengungsi korban banjir bandang Lebak (Antaranews)

Lebak, IDN Times - Sekitar 115 lebih kepala keluarga (KK) korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak awal tahun 2020 hingga saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) yang terbuat dari bambu dan tenda terpal di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Mereka menanti janji pemerintah yang akan merelokasi dan akan membangunkan rumah tetap. Sudah hampir 10 bulan mereka tinggal digubuk yang dibangun sendiri bersama relawan.

1. Pembangunan huntap terkendala lahan

Ilustrasi. Sebuah rumah tenggelam lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). (ANTARA FOTO/Hariandi Hafid)

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak masih terkendala lahan. Dimana tempat yang ditunjuk menjadi lokasi pembangunan huntap tidak diizinkan oleh PT Perkebunan selaku pemilik lahan.

"Persoalan tanah PT Perkembunan gak mau ngasih sampai sekarang dana buat huntap, ada dari BNPB, ada kita cuma tanahnya itu," kata Wahidin, Kamis (5/11/2020).

2. Bupati Lebak diminta segera cari lokasi lain

Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Oleh karenanya, mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu meminta kepada Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya untuk segera mencari tempat lain untuk lokasi pembangunan huntap. Dia mengklaim anggaran untuk pembangunan huntap dari Pemprov maupun bantuan dari BNPB sudah tersedia sejak beberapa bulan lalu.

"Makanya bupati segera cari lokasi lain, sekolah-sekolah kan harus dipindahkan juga. Soal PT PN gak mau (dijadikan lokasi huntap) kita sudah lapor ke presiden," katanya.

3. Kondisi memprihatinkan pengungsi korban banjir bandang Lebak

Ilustrasi lokasi pengungsian banjir bandang. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Kondisi huntara yang dibangun secara swadaya masyarakat bersama relawan itu terbuat dari bambu, beratapkan dan bertembok terpal. Apabila hujan dipastikan akan bocor karena beberapa bagian yang berlubang.

Tempat yang sempit dan serba kekurangan air bersih itu membuat mereka terancam terserang berbagai penyakit.

Editorial Team

Related Article