Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Tangerang Imbau Warga Beli Hewan Kurban dari Pedagang Resmi
Dok. Pemkot Tangerang
  • DKP Kota Tangerang imbau beli hewan kurban di lapak dengan stiker resmi
  • Stiker menandakan hewan telah lulus pemeriksaan kesehatan dan standar kebersihan
  • Pemkot Tangerang harap Idul Adha berjalan lancar dan aman dengan 200 lapak tersedia
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di lapak yang telah memiliki stiker resmi. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pertanian DKP Kota Tangerang, Ibnu Ariefyanto menjelaskan, stiker tersebut menandakan bahwa lapak telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan dan memenuhi standar kebersihan serta kelayakan tempat penjualan.

"Kami ingin memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan," kata Ibnu saat meninjau lapak penjual hewan kurban depan EMC, Kamis (22/5/2025).

1. DKP Tangerang juga memperketat pengawasan lapak hewan kurban

Dok. Pemkot Tangerang

Selain itu, tim pemeriksa dari DKP Kota Tangerang akan terus mengawasi lapak-lapak hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah. Pemeriksaan ini meliputi kesehatan hewan, usia, hingga surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal.

"Kami mengajak masyarakat lebih bijak memilih tempat pembelian hewan kurban. Utamakan keamanan, kesehatan dan kenyamanan bersama," imbaunya.

2. Baru 50 lebih lapak dari 200 lapak hewan kurban yang bersertifikat

Dok. Pemkot Tangerang

Ibnu mengungkapkan, diperkirakan tahun ini 200 lebih lapak tersedia di 13 kecamatan, namun hingga saat ini baru 50 lebih lapak yang telah bersertifikat resmi. "Dan akan terus dikejar hingga hari H kurban," jelasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar, aman dan sesuai syariat, serta tetap menjaga kesehatan masyarakat secara umum.

3. Pedagang mengaku membawa 150 ekor sapi kurban dari Bima, NTB

Dok. Pemkot Tangerang

Sementara itu, Baharudin penjaga lapak kurban Sahabat Qurban menyatakan, sebanyak 150 ekor sapi yang dibawa dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini 70 persen sudah laku terjual. Semua hewan pun telah dilengkapi surat keterangan sehat dari Pemerintah Bima.

"Dan tidak ada evaluasi yang berat dari Pemkot Tangerang, hanya mengimbau untuk seluruh hewan memiliki lokasi dengan atap yang baik," tutur Baharudin.

Selain itu, ia pun mendapat edukasi terkait layanan gratis pemeriksaan dan pengobatan hewan kurban jika ada yang sakit. "Jika ada tanda-tanda hewan kondisi sakit," tambahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article