Tahun 2025, Pekerja di-PHK di Kabupaten Tangerang Naik 93,08 Persen

- Biaya produksi dan penurunan pesanan jadi penyebab naiknya kasus PHK
- PHK marak di industri alas kaki, tekstil, dan garmen
- Maraknya PHK jadi perhatian serius Pemkab Tangerang
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 9.766 pekerja di wilayah Kabupaten Tangerang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK sepanjang tahun 2025. Angka tersebut meroket tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
"PHK pada tahun 2024 itu sebanyak 5.058 pekerja, tahun 2025 naik 93,08 persen," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra, Rabu (7/1/2026).
1. Biaya produksi tinggi dan turunnya pesanan perusahaan menjadi penyebab naiknya kasus PHK

Hendra menyebut, secara umum faktor utama beberapa perusahaan di wilayahnya melakukan PHK karena biaya produksi yang semakin tinggi di Kabupaten Tangerang. Naiknya biaya produksi tersebut tidak sebanding dengan pesanan dari klien yang malah terus menurun akibat persaingan global dan peralihan teknologi.
"Sebanyak 7.007 pekerja terkena PHK karena efisiensi, 919 pekerja karena indisipliner, 864 pekerja karena perusahaannya tutup, 420 pekerja resign dan 311 pekerja di-PHK karena restrukturisasi," ungkapnya.
2. PHK marak di industri alas kaki, tekstil, dan garmen

Hendra juga menjelaskan, naik turunnya angka PHK dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan-perusahaan padat karya. Pasalnya, mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut yang merajai industri di Kabupaten Tangerang.
"Kebanyakan PHK terjadi di industri alas kaki, tekstil, dan garmen," ungkapnya.
3. Maraknya PHK jadi perhatian serius Pemkab Tangerang

Tingginya angka PHK di sektor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat industri padat karya selama ini menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang. Salah satu solusi jangka panjang yakni mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat usia produktif.
"Salah satu solusi yang kami dorong adalah melalui program perluasan kesempatan kerja berbasis kewirausahaan," ujar Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Iis kurniati.


















