Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Tangerang Turun ke 5,88 Persen
Wali Kota Tangerang, Sachrudin temui pekerja disabilitas di Kota Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Tangerang turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan angka Banten 6,63 persen.

  • Job Fair 2026 menyerap 864 dari 4.219 pelamar, sementara Disnaker telah menempatkan 57 pencari kerja berkebutuhan khusus melalui perluasan akses kerja inklusif.

  • Pemkot menyiapkan Pojok Lowongan Kerja setiap Jumat, memperkuat layanan digital Tangerang Cakap Kerja, serta pelatihan kompetensi melalui OJT, BKK, SI PRAJA, dan BLK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kota Tangerang terus menggencarkan program 3G, yang salah satunya adalah Gampang Kerja untuk memberikan kesempatan pada tenaga kerja di wilayah tersebut bisa terserap dengan optimal. Hal tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang yang menurun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan TPT Banten sebesar 6,63 persen.

"Kami terus membuka akses melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan. Kami ingin kesempatan kerja semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Rabu (30/9/2026).

1. Pada Job Fair 2026, 864 warga Kota Tangerang telah mendapat pekerjaan

Wali Kota Tangerang, Sachrudin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Job Fair periode 2026 telah menyerap sebanyak 864 warga Kota Tangerang dari 4.219 pelamar. Angka tersebut menunjukkan bahwa ketika akses kerja dipermudah, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin terbuka.

"Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata," jelasnya.

2. Pemkot Tangerang juga menjamin difabel berkesempatan sama untuk mendapat pekerjaan

Dwiki Alpian, pekerja disabilitas di Kota Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, Sachrudin menambahkan, Job Fair yang digelar rutin setiap bulan menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat. Kesempatan tersebut, lanjut Sachrudin, diberikan kepada bagi siapa saja, termasuk difabel.

"Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba,” tutur Sachrudin.

Sachrudin menegaskan, kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan, bukan keterbatasan. Ketika memenuhi kebutuhan pekerjaan, kesempatan harus dibuka.

"Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri,” ucapnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia. Hingga 2026, Disnaker Kota Tangerang sudah menempatkan sebanyak 57 Pencaker berkebutuhan khusus di berbagai perusahaan yang tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Misalnya saja, bagi Dwiki Alpian yang saat ini telah bekerja di salah satu gerai ritel di kawasan Jalan Kisamaun, Kota Tangerang. Bagi Dwiki, kesempatan itu kini telah menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri,” ujar Dwiki.

3. Pemkot Tangerang bakal buka Pojok Lowongan Kerja yang rutin digelar tiap Jumat

Wali Kota Tangerang, Sachrudin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, Pemkot Tangerang juga mempermudah akses bagi para pencari kerja secara online melalui fitur Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Prosesnya pun sederhana, pencari kerja cukup memindai QR code tanpa harus membawa CV secara langsung

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan pencari kerja maupun dunia usaha.

“Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menghadirkan Pojok Lowongan Kerja (Joker) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Ditargetkan diresmikan pada akhir Oktober 2026, layanan ini akan dibuka setiap Jumat sebagai tempat masyarakat mendapatkan informasi lowongan sekaligus mengakses peluang kerja secara langsung.

"Kami menyadari, kesempatan kerja tidak cukup hanya diciptakan, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan kompetensi. Karena itu, Gampang Kerja mendorong masyarakat tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membangun usaha secara mandiri," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Gampang Kerja juga hadir melalui On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA (Mobil Pelatihan Praktik Kerja), dan Balai Latihan Kerja (BLK). Berbagai pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk keterampilan digital dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan di pasar kerja global.

Untuk mendukung dan sejalan dengan program pemerintah pusat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) yaitu Asta Mandala melalui SMK Go Global, Pemkot Tangerang juga turut menghadirkan program BKK SMK di Kota Tangerang dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja dengan kompetensi yang sesuai, termasuk pelatihan bahasa, teknologi informasi dan keterampilan kerja sebagai bekal menuju peluang penempatan kerja ke luar negeri.

"Gampang Kerja bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membuka jalan menuju kemandirian," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article