Wali Kota Tangerang, Sachrudin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Selain itu, Pemkot Tangerang juga mempermudah akses bagi para pencari kerja secara online melalui fitur Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Prosesnya pun sederhana, pencari kerja cukup memindai QR code tanpa harus membawa CV secara langsung
Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan pencari kerja maupun dunia usaha.
“Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujarnya.
Pihaknya juga akan menghadirkan Pojok Lowongan Kerja (Joker) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Ditargetkan diresmikan pada akhir Oktober 2026, layanan ini akan dibuka setiap Jumat sebagai tempat masyarakat mendapatkan informasi lowongan sekaligus mengakses peluang kerja secara langsung.
"Kami menyadari, kesempatan kerja tidak cukup hanya diciptakan, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan kompetensi. Karena itu, Gampang Kerja mendorong masyarakat tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membangun usaha secara mandiri," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Gampang Kerja juga hadir melalui On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA (Mobil Pelatihan Praktik Kerja), dan Balai Latihan Kerja (BLK). Berbagai pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk keterampilan digital dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan di pasar kerja global.
Untuk mendukung dan sejalan dengan program pemerintah pusat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) yaitu Asta Mandala melalui SMK Go Global, Pemkot Tangerang juga turut menghadirkan program BKK SMK di Kota Tangerang dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja dengan kompetensi yang sesuai, termasuk pelatihan bahasa, teknologi informasi dan keterampilan kerja sebagai bekal menuju peluang penempatan kerja ke luar negeri.
"Gampang Kerja bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membuka jalan menuju kemandirian," pungkasnya.