Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Warga Serpong Jaya Raup Rp7 Juta dari Pilah Sampah di Rumah
Warga Serpong Jaya Pilah Sampah dari Rumah, Raup Rp7 Juta (Dok. IDN Times/Jupri)
  • Bank Sampah The Spring & Spring Breeze di Serpong Jaya mengajak 47 KK memilah sampah daur ulang dan minyak jelantah dari rumah sejak beroperasi pada Januari 2023.

  • Pada pengumpulan pekan pertama Oktober 2026, warga menghimpun 269,95 kilogram sampah bernilai ekonomi Rp605.755, dengan minyak jelantah disalurkan melalui kerja sama vendor.

  • Hingga Oktober 2026, pendapatan bank sampah mencapai sekitar Rp7 juta; DLH Tangerang Selatan pernah menawarkan penguatan kelembagaan dan penataan kepengurusan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Warga Perumahan Serpong Jaya, Tangerang Selatan, membangun gerakan pengelolaan sampah secara mandiri dengan memilah sampah dari rumah. Melalui Bank Sampah The Spring & Spring Breeze, warga mengumpulkan sampah daur ulang hingga minyak jelantah yang kemudian memiliki nilai ekonomi.

Terbaru, bank sampah tersebut mengumpulkan 269,95 kilogram sampah dalam kegiatan pengumpulan terakhir di pekan pertama bulan Oktober 2026. Sampah yang dikumpulkan dari rumah warga itu memiliki nilai ekonomi mencapai Rp605.755.

Kegiatan tersebut melibatkan 47 kepala keluarga (KK) yang secara rutin memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing.

1. Warga rutin pilah sampah dari rumah

Ketua Bank Sampah The Spring, Hesti Burhan mengatakan, pemilahan sampah dilakukan secara rutin oleh warga.

Menurutnya, kebiasaan memilah dari rumah menjadi bagian penting agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.

“Buat kami yang penting kami berusaha rutin untuk melakukan agenda pilah sampah daur ulang,” kata Hesti.

Bank Sampah The Spring sendiri telah beroperasi sejak Januari 2023. Selama hampir empat tahun, partisipasi warga dalam kegiatan tersebut terus berkembang.

Selain sampah daur ulang, warga juga mengumpulkan minyak jelantah. Limbah tersebut kemudian disalurkan melalui kerja sama dengan vendor.

“Kerja sama kami sudah baik bersama vendor,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

2. Sampah terkumpul bernilai ekonomi

Warga Serpong Jaya Pilah Sampah dari Rumah, Raup Rp7 Juta (Dok. IDN Times/Jupri)

Hesti mengatakan, gerakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Hingga Oktober 2026, pendapatan yang diperoleh Bank Sampah The Spring dari kegiatan tersebut telah mencapai sekitar Rp7 juta. Capaian itu menjadi salah satu dorongan bagi warga untuk terus menjalankan kegiatan pemilahan secara rutin.

3. Pernah dikunjungi DLH Tangsel

Kegiatan Bank Sampah The Spring juga pernah mendapat kunjungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan. Dalam kunjungan tersebut, DLH menawarkan sejumlah bentuk penguatan kelembagaan, termasuk penataan kepengurusan bank sampah.

“Pernah pihak DLH datang dan berkunjung. Menawarkan untuk diberi nama dan lain-lain. Harus ada kepengurusan dan lain sebagainya,” kata Hesti.

Meski demikian, Bank Sampah The Spring tetap menjalankan kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah bersama warga.

Gerakan tersebut menunjukkan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan dan pembuangan. Pemilahan dari sumber, yakni rumah tangga, menjadi bagian penting untuk mengurangi sampah sekaligus mengubah sebagian limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article