Comscore Tracker

Hotel di Tangerang Ini Angkat Tema Suku Baduy dan Peranakan Tionghoa

Ornamen dan makanannya pun khas Baduy loh

Kabupaten Tangerang, IDN Times - Banyaknya hotel yang ada di kawasan Tangerang membuat pengunjung tak hanya menginginkan pelayanan prima, namun juga pengalaman berbeda. Hal itulah yang membuat Episode Hotel Gading Serpong mengambil tema Suku Baduy dan Cina Peranakan.

Tak seperti hotel pada umumnya yang hanya sebagai gimmick semata, di Episode Hotel pengunjung bakal disuguhkan ornamen-ornamen khas Suku Baduy dan Cina Peranakan yang keduanya khas Banten.

Venny Fransisca Hermawan, selaku CEO JHL Group and JHL Collection mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membawa nuansa khas Banten ada di setiap sudut hotelnya.

"Kita memang fokus mengusung budaya lokal, karena alasan utama yang kita susun membentuk brand Episode, karena memang kita bangga dengan tradisi yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan kebetulan disini daerah Tangerang Banten, ada 2 nih yang sangat kuat, yaitu Baduy dan Cina Peranakan," kata Venny, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Menag Yaqut Lepas Keberangkatan Calon Jemaah Haji di Bandara Soetta

1. Pengelola ingin fokus memperkenalkan tenun Baduy

Hotel di Tangerang Ini Angkat Tema Suku Baduy dan Peranakan TionghoaANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Tak hanya sekedar sebagai pemanis, adanya tema Suku Baduy di hotel bintang 4 ini bakal selalu diterapkan sebagai ciri khas hotel. Pasalnya, terdapat kerajinan tangan dan juga budaya yang kental di dalam Suku Baduy.

"Memang kerajinan-kerajinan Baduy kurang terekspos sebelumnya, tapi pada saat kita lihat ke Baduy langsung, sangat luar biasa kaya dan menarik, jadi ini bukan hanya segi bisnis, tapi memang kita harus bangga dengan apa yang kita punya. Kita gak bisa ingkari dan tutup mata itu jadi daya tarik untuk masyarakat," ungkapnya Megawati, Direktur Episode Hotel.

Pihaknya pun saat ini memfokuskan kerajinan tangan Tenun Baduy sebagai ornamen yang menghiasi Episode Hotel, baik itu di kamar maupun di ruang lainnya.

"Bisa dilihat di kamar kami, backdrop tempat tidur, lalu ornamen tempat tidur itu semua tenun Baduy yang asli dibuat langsung oleh pengrajin Suku Baduy," tuturnya.

2. Kawinkan budaya Suku Baduy dan Cina Peranakan

Hotel di Tangerang Ini Angkat Tema Suku Baduy dan Peranakan TionghoaIDN Times/Dok. Episode Hotel

Megawati mengungkapkan, tak hanya menggunakan tema Suku Baduy, pihaknya juga mengambil tema Cina Peranakan yang kental di wilayah Tangerang. Meski berbeda suku, Megawati menegaskan, kedua kebudayaan tersebut bisa dikawinkan.

"Jadi dua culture berbeda bisa jadi satu desain yang sangat harmonis, karena harmoni itu yang memang kita bawa sebagai dasar cara kerja kita, berbagai macam suku bangsa harus bisa bekerja dengan selaras," ungkapnya.

3. Makanan Baduy dan Cina Peranakan juga jadi highlight di restorannya

Hotel di Tangerang Ini Angkat Tema Suku Baduy dan Peranakan TionghoaIDN Times/Dok. Episode Hotel

Tak hanya kerajinan tangan saja, pihaknya juga menghadirkan makanan khas Baduy dan Cina Peranakan di restorannya. Bahkan, ia juga menamakan restorannya dengan nama minuman khas Baduy, yakni Babaramu.

"Di Babaramu Dine and Bar, ada kuliner khas Banten, yaitu rabeg kambing, angeun lada, dan sate bandeng, sementara minumannya ada lahang yang autentik khas Baduy, berasal dari Pohon Nila yang mengalami natural destilasi," jelasnya.

4. Bakal ada showcase untuk pengrajin Tenun Baduy di Episode Hotel

Hotel di Tangerang Ini Angkat Tema Suku Baduy dan Peranakan TionghoaIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Tak sampai di situ, pihaknya pun bakal memberikan satu ruang untuk pengrajin Tenun Baduy untuk memperlihatkan kepada tamu, tata cara menenun Tenun Baduy.

"Bahkan, kami juga sedang mencari cara, agar bisa menyediakan paket supaya tamu bisa juga berkunjung ke Suku Baduy secara langsung sambil menginap di Episode Hotel," ungkapnya.

Saat ini, yang memiliki tagline Unfolding History, Retelling the Story ini telah membuka 320 kamarnya. Dalam grand opening sendiri, pengelola hotel pun menghadirkan peragaan busana yang menggunakan kain asal Baduy karya Adrie Basuki. Juga pameran poto yang memperlihatkan budaya Baduy serta Cina Peranakan karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang.

Baca Juga: 10 Tempat Makan Keluarga di Tangerang Raya

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya