Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Curah Hujan Rendah, 12 Kecamatan Kabupaten Tangerang Waspada Kekeringan
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprlianti)
  • Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang berstatus waspada kekeringan akibat curah hujan sangat rendah, mayoritas berada di wilayah utara dengan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026.

  • Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026. BMKG akan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan.

  • Bupati meminta camat menyiapkan penanganan kekurangan air bersih bersama BPBD dan instansi terkait, sementara wakil bupati mengingatkan pengawasan pembakaran sampah liar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk kategori waspada kekeringan lantaran memiliki curah hujan sangat rendah. Hal tersebut sesuai informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

"Kami meminta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan,"ujar Maesyal, Senin (10/8/2026).

1. Mayoritas wilayah tersebut berada di Utara Kabupaten Tangerang

ilustrasi kekeringan (pexels.com/King Ho)

Maesyal menerangkan, 12 kecamatan yang masuk dalam waspada kekeringan tersebut adalah Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.

"Wilayah tersebut khususnya bagian utara Kabupaten Tangerang, ditandai dengan warna cokelat pada peta prakiraan curah hujan BMKG yang menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026," kata Maesyal.

Sementara puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Sebagai langkah mitigasi, BMKG juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.

2. Maesyal meminta seluruh camat siapkan air bersih untuk warga

Ilustrasi kekeringan (pexels.com/Pyae Phyo Aung)

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Maesyal meminta seluruh camat segera mengantisipasi berbagai dampak kekeringan. Mulai kekurangan air bersih, meningkatnya debu, hingga potensi keretakan tanah yang dapat memicu bencana saat hujan kembali turun.

"Khusus penanganan kekurangan air bersih, saya minta segera disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina maupun instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,"katanya.

Dia juga meminta seluruh camat segera melaporkan kondisi di wilayah masing-masing kepada BPBD apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan Kabupaten Tangerang tetap aman, kondusif, serta mampu menghadapi dampak musim kemarau secara optimal," jelasnya.

3. Wabup Tangerang imbau masyarakat tidak bakar sampah di musim kemarau

Kebakaran TPA Jatiwaringin (dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah meminta seluruh camat meningkatkan pengawasan terhadap maraknya pembakaran sampah liar yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.

"Saya minta para camat terus melakukan monitoring, khususnya di wilayah yang masih sering terjadi pembakaran liar seperti Sindang Jaya dan Rajeg. Berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article