Antrean Truk Tujuan Sumatra mengular Menuju Pelabuhan Ciwandan

- Antrean panjang truk logistik memenuhi Jalan Lingkar Selatan Cilegon menuju Pelabuhan Ciwandan akibat skema rekayasa lalu lintas arus mudik 2026.
- Pelabuhan Ciwandan difungsikan sebagai pelabuhan bantuan untuk pemudik pengguna sepeda motor dan kendaraan logistik guna mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak.
- Sopir truk mengalami keterlambatan perjalanan hingga berjam-jam, sementara polisi dan Dishub menerapkan sistem buka-tutup serta buffer zone agar distribusi logistik tetap lancar.
Cilegon, IDN Times - Antrean panjang kendaraan berat dan truk logistik mengular dan memadati kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Ciwandan.
Dikutip dari ANTARA, Sabtu (14/3/2026) pukul 11.30 WIB, penumpukan deretan truk bermuatan besar mulai dari truk boks muatan sedang hingga truk kontainer tampak mengular di sebagian lajur jalan di sepanjang JLS.
Cuaca terik pada siang hari ini mengiringi penantian para sopir angkutan barang yang harus bersabar menunggu giliran masuk ke area pelabuhan.
Meski lajur sebelah kiri dipenuhi oleh antrean truk yang memanjang melintasi deretan pohon palem di pembatas jalan, arus lalu lintas untuk kendaraan pribadi dan roda dua masih dapat berjalan perlahan di lajur kanan. Tampak beberapa kendaraan roda empat dan sepeda motor melintas dengan ekstra hati-hati guna menghindari kepadatan lalu lintas.
1. Pelabuhan Ciwandan kini difungsikan sebagai jalur mudik untuk sepeda motor

Kepadatan kendaraan logistik di jalur tersebut merupakan imbas dari skema rekayasa lalu lintas arus mudik 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kembali menetapkan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan bantuan untuk memecah kepadatan di Pelabuhan Merak.
Operasional Pelabuhan Ciwandan difokuskan untuk melayani penyeberangan pemudik pengguna sepeda motor dan kendaraan angkutan barang atau logistik.
2. Sopir mengantre sejak pagi

Hendra Setiawan, salah seorang sopir truk pengangkut logistik pecah belah, mengaku terjebak kemacetan sejak keluar dari pintu Tol Cilegon Timur. "Tadi dari jam 09.30 WIB baru jalan sekitar 2 kilometer (km). kondisinya cukup parah," ujarnya.
Hendra menjelaskan bahwa dia membawa muatan berupa piring dan cangkir dari Karawang dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan. Akibat antrean ini, jadwal bongkar muat yang seharusnya dilakukan pada Sabtu sore dipastikan tertunda.
Pihak kepolisian beserta Dinas Perhubungan setempat terus bersiaga di sepanjang Jalan Lingkar Selatan guna mengatur kantong-kantong parkir (buffer zone) dan melakukan sistem buka-tutup. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi logistik nasional tetap berjalan meskipun harus beririsan dengan tingginya volume pemudik roda dua yang juga diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan.


















