Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bakal Kelola Pasar Tangsel, Modal Perseroda Citra Anggrek Belum Jelas

Kota Tangerang Selatan
Bakal Kelola Pasar Tangsel, Modal Perseroda Citra Anggrek Belum Jelas
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Pemkot Tangsel menyiapkan Perseroda Citra Anggrek Mandiri untuk mengelola 11 pasar, tetapi nominal penyertaan modal awalnya belum dipastikan.
  • Wali Kota Benyamin Davnie menyebut dana telah dititipkan di Perseroda PITS dan akan dialihkan setelah Perda, direksi, serta struktur perusahaan terbentuk.
  • PITS masih mengelola Pasar Serpong, Jombang, dan Bintaro; ketiganya akan dikembalikan ke pemda setelah regulasi dan kajian pembentukan Perseroda baru rampung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyiapkan perusahaan perseroan daerah (Perseroda) yang bakal mengelola 11 pasar di wilayah tersebut. Namun, rencana itu belum disertai kejelasan mengenai besaran penyertaan modal yang akan menjadi modal awal perusahaan.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, bahkan mengaku belum mengetahui secara pasti nominal anggaran yang disiapkan untuk Perseroda Pasar tersebut. Dana itu disebut saat ini masih dititipkan melalui Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS).

“Anggarannya saat ini sudah ada, sudah dititipkan di Perseroda PITS. Jumlahnya saya enggak (hafal), lupa berapa,” kata Benyamin usai rapat pimpinan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah Citra Anggrek Mandiri Tangerang Selatan di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (13/8/2026).

  1. 1. Modal akan mengikuti setelah Perseroda terbentuk

    riwayat rupiah dari masa ke masa
    ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

    Benyamin mengatakan, anggaran tersebut nantinya akan mengikuti setelah Perseroda Pasar resmi dibentuk melalui peraturan daerah (Perda). Penyesuaian anggaran juga dilakukan setelah direksi dan struktur perusahaan ditetapkan.

    “Nanti begitu Perseroda ini jadi Perda, direksinya ada, personel kita pindahkan, maka anggaran juga akan mengikuti,” ujarnya.

    Ia memastikan pembentukan Perseroda Pasar tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemkot Tangsel.

    “Sejak awal uangnya memang sudah ada di PITS, jadi enggak terpengaruh dengan efisiensi,” kata Benyamin.

  2. 2. PITS juga belum mengungkap nominal modal

    IMG-20250611-WA0010.jpg
    Dirut Perseroda PITS (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Namun, ketika nominal penyertaan modal tersebut dikonfirmasi, Direktur Utama Perseroda PITS Tubagus Hendra Suherman juga belum memberikan angka pasti. Menurut Hendra, besaran modal masih dalam proses kajian. Ia memilih tidak menyampaikan nominal sebelum kajian tersebut rampung.

    “Nanti aja deh, jangan sekarang. Saya enggak enak mendahului (wali kota). Karena ini kan masih dalam proses kajian, jadi nanti dulu,” kata Hendra.

    Hendra juga menanggapi pernyataan Benyamin mengenai dana yang disebut telah dititipkan di PITS. Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan wali kota dalam konteks bercanda.

    “Bapak (wali kota) bercanda, kayak bapak enggak tahu bercanda aja,” ujarnya.

  3. 3. Tiga pasar masih dikelola PITS

    Aktivitas jual beli di Pasar Serpong, Tangerang Selatan. (IDN Times/Herka Yanis)
    Aktivitas jual beli di Pasar Serpong, Tangerang Selatan. (IDN Times/Herka Yanis)

    Saat ini, PITS masih mengelola tiga pasar, yakni Pasar Serpong, Pasar Jombang, dan Pasar Bintaro. Hendra mengatakan, ketiga pasar tersebut nantinya akan diserahkan kembali kepada pemerintah daerah setelah regulasi pembentukan Perseroda Pasar rampung.

    “Nah nanti akan diserahkan kembali ke pemerintah daerah kalau nanti Perdanya selesai,” katanya.

    Menurut Hendra, pembahasan Raperda Citra Anggrek Mandiri masih berjalan. Sejumlah kajian juga masih diperlukan sebelum pengelolaan pasar dialihkan kepada Perseroda baru.

    “Ini kan lagi dibahas dulu nih Perdanya, isinya gimana. Kan masih kajian-kajian yang mesti dilakukan. Makanya kalau saya ngomong di depan entar salah, kajiannya belum selesai,” ujar Hendra.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More