Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Investasi di Banten Triwulan IV 2024 Mencapai Rp22 Triliun

Kota Serang
Investasi di Banten Triwulan IV 2024 Mencapai Rp22 Triliun
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten berhasil mencatatkan realisasi investasi pada triwulan IV tahun 2024 sebesar Rp22,20 triliun.

Kepala DPMPTSP Banten, Virgojanti mengatakan, dari investasi puluhan triliun tersebut, berhasil menyerap 34 ribu tenaga kerja di Banten. Virgo menyebutkan, realisasi investasi itu didapatkan dari delapan kabupaten dan kota se-Banten dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2024. Realisasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

1. Berikut rincian realisasi investasi di Banten

ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)
ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Berdasarkan data yang diperoleh, realisasi PMDN mendominasi realisasi pada triwulan IV ini. PMDN berhasil menyumbangkan Rp12,20 triliun atau sekitar 55 persen dari total investasi. Sementara PMA sebesar Rp10 triliun atau sekitar 45 persen.

"Untuk 2024 ini banyak sekali kinerja positif, kita sampaikan apresiasi kepada semua pihak tidak hanya internal, namun pihak eksternal juga," kata Virgo, Rabu (5/2/2025).

2. Diklaim berhasil menyerap 34 ribu tenaga kerja

Mengunjungi pabrik AHM (AHM)
Mengunjungi pabrik AHM (AHM)

Realisasi ini diklaim berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 34.932 orang. Masing-masing terdiri dari 34.577 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 355 Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Penyerapan tenaga kerja ini selaras dengan salah satu tujuan investasi yang berdampak pada masyarakat sekitar," katanya.

3. Sektor perumahan, industri, hingga perkantoran masih tertinggi

ilustrasi lingkungan perumahan (unsplash.com/Alhidayah Kadar Regency)
ilustrasi lingkungan perumahan (unsplash.com/Alhidayah Kadar Regency)

Virgo menyebutkan, jika dalam triwulan IV ini, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masih menjadi primadona dengan nilai investasi sebesar Rp5,26 triliun (23,70 persen), disusul posisi kedua ada sektor Industri Kimia dan Farmasi dengan nilai investasi sebesar Rp3,54 triliun (15,98 persen), lalu Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp2,03 triliun (9,14 persen).

"Lalu ada Industri Kertas dan Percetakan Rp1,73 triliun (7,82 persen), Perdagangan dan Reparasi Rp1,35 triliun (6,08 persen)," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More