Serang, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten memastikan tidak membuka kembali operasi pencarian terhadap korban hilang dalam kecelakaan speedboat Arupadhatu 1 di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. Keputusan tersebut diambil setelah operasi SAR sebelumnya telah diperpanjang dan tidak lagi menemukan tanda-tanda korban.
Kepala Kantor Basarnas Banten, Amrad, mengatakan operasi pencarian telah dilakukan sesuai ketentuan selama tujuh hari dan sempat diperpanjang selama tiga hari. Dalam operasi tersebut, tim SAR menemukan satu jenazah yang kemudian diketahui bernama Surakman pada 12 September 2026.
“Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban,” kata Amrad dalam konferensi pers di Kantor Polda Banten, Rabu (23/9/2026).
