Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejari Selidiki Pemberian Hibah Pemkab Lebak untuk 2 Forum Mahasiswa
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Kejari Lebak menyelidiki penyaluran hibah Pemkab Lebak kepada dua forum mahasiswa dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

  • Kejari akan memeriksa informasi bahwa sejumlah penerima bantuan beasiswa diduga merupakan anak pejabat di lingkungan Pemkab Lebak.

  • Dua forum menerima total alokasi sekitar Rp3,44 miliar selama 2025-2026; Pemkab menyebutnya program beasiswa dokter dan mahasiswa berprestasi, meski alamat sekretariat dipersoalkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lebak, IDN Times – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak mulai meminta keterangan pihak terkait penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Lebak kepada dua forum mahasiswa. Hal itu disampaikan pihak Kejari saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan atas laoporan persoalan hibah tersebut.

“Sedang proses lidik (penyelidikan) ya, sedang kami mintakan keterangan pihak-pihak terkait,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lebak, Agung Malik Rahman Hakim, Senin (21/9/2026).

1. Kejari Lebak akan cek informasi penerima dana beasiswa

ilustrasi rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Ketika dikonfirmasi terkait isu yang beredar terkait dugaan mahasiswa penerima bantuan, merupakan anak pejabat di lingkungan Pemkab Lebak, Agung mengaku akan mengecek informasi tersebut.

“Nah info itu saya baru dengar, nanti kita cek ya,” kata Agung.

2. Gagasan Wabup Lebak mengenai dana hibah

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah (Dok. IDN Times/Nda)

Sebelumnya, berdasarkan penjabaran APBD Lebak 2025 dan 2026, Forum Mahasiswa Berprestasi mendapat alokasi Rp884,2 juta di tiap tahun. Sementara Forum Mahasiswa Kedokteran memperoleh Rp840 juta pada 2025 dan 2026. Dengan demikian, total alokasi untuk kedua forum selama dua tahun mencapai sekitar Rp3,44 miliar.

Persoalan yang disoroti antara lain keberadaan sekretariat kedua forum yang tidak ditemukan di alamat yang tercantum dalam dokumen APBD. Hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi penerima hibah serta mekanisme penyaluran dan pertanggungjawaban dana.

Polemik pemberian dana hibah kepada dua forum mahasiswa di Kabupaten Lebak kembali mencuat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menilai pemberian hibah tersebut merupakan bagian dari program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan calon tenaga dokter untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di daerah.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah mengatakan, salah satu penerima hibah merupakan forum mahasiswa kedokteran yang menghimpun mahasiswa penerima beasiswa pendidikan kedokteran di universitas negeri. Sementara lainnya berkaitan dengan mahasiswa berprestasi yang melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Amir menjelaskan, program beasiswa bagi mahasiswa kedokteran tersebut telah berjalan sejak dirinya menjabat sebagai wakil bupati pada periode 2008-2013. Menurutnya, program itu digagas karena Lebak kekurangan tenaga dokter.

“Beasiswa ini sudah sejak zaman saya jadi wabup dilaksanakan (2008-2013). Itu ide saya, karena kekurangan tenaga dokter di Lebak,” kata Amir, kepada IDN Times pada Jumat (28/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article