Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah (Dok. IDN Times/Nda)
Sebelumnya, berdasarkan penjabaran APBD Lebak 2025 dan 2026, Forum Mahasiswa Berprestasi mendapat alokasi Rp884,2 juta di tiap tahun. Sementara Forum Mahasiswa Kedokteran memperoleh Rp840 juta pada 2025 dan 2026. Dengan demikian, total alokasi untuk kedua forum selama dua tahun mencapai sekitar Rp3,44 miliar.
Persoalan yang disoroti antara lain keberadaan sekretariat kedua forum yang tidak ditemukan di alamat yang tercantum dalam dokumen APBD. Hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi penerima hibah serta mekanisme penyaluran dan pertanggungjawaban dana.
Polemik pemberian dana hibah kepada dua forum mahasiswa di Kabupaten Lebak kembali mencuat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menilai pemberian hibah tersebut merupakan bagian dari program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan calon tenaga dokter untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di daerah.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah mengatakan, salah satu penerima hibah merupakan forum mahasiswa kedokteran yang menghimpun mahasiswa penerima beasiswa pendidikan kedokteran di universitas negeri. Sementara lainnya berkaitan dengan mahasiswa berprestasi yang melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Amir menjelaskan, program beasiswa bagi mahasiswa kedokteran tersebut telah berjalan sejak dirinya menjabat sebagai wakil bupati pada periode 2008-2013. Menurutnya, program itu digagas karena Lebak kekurangan tenaga dokter.
“Beasiswa ini sudah sejak zaman saya jadi wabup dilaksanakan (2008-2013). Itu ide saya, karena kekurangan tenaga dokter di Lebak,” kata Amir, kepada IDN Times pada Jumat (28/8/2026).