Kemarau Picu 138 Kebakaran di Kota Tangerang, Terbanyak di Pinang

BPBD Kota Tangerang mencatat 138 kebakaran terkait sampah, limbah, lahan kosong, dan material kering selama kemarau, tersebar di 13 kecamatan.
Kecamatan Pinang mencatat 19 kasus, tertinggi di Kota Tangerang, diikuti Periuk 18 kasus serta Batuceper dan Ciledug masing-masing 14 kasus.
BPBD mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan, memastikan bara api padam, membersihkan material mudah terbakar, dan segera melaporkan titik api atau potensi kebakaran.
Kota Tangerang, IDN Times - Kondisi kemarau di Kota Tangerang meningkatkan risiko kebakaran. Tumpukan sampah, limbah, lahan kosong, hingga material kering lebih mudah terbakar ketika lingkungan kehilangan kelembapan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat 138 kejadian kebakaran yang melibatkan tumpukan sampah, limbah, lahan kosong, dan material kering. Kejadian tersebut tersebar di 13 kecamatan.
1. Pinang catat kebakaran terbanyak

Ilustrasi Kebakaran Gedung. (IDN Times/Anjani Asra) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, Kecamatan Pinang menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 19 kasus.
“Kecamatan Pinang mencatat kejadian terbanyak dengan 19 kasus, disusul Kecamatan Periuk sebanyak 18 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Batuceper dan Ciledug masing-masing mencatat 14 kejadian, Kecamatan Tangerang 11 kejadian, serta Kecamatan Karang Tengah sebanyak 10 kejadian,” ujar Mahdiar, Selasa (29/9/2026).
Sementara itu, Kecamatan Cibodas, Karawaci, Neglasari, dan Cipondoh masing-masing mencatat sembilan kejadian. Kecamatan Benda tercatat enam kejadian, sedangkan Jatiuwung dan Larangan masing-masing lima kejadian.
2. Material kering lebih cepat terbakar

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Vladyslav Dukhin) Mahdiar menjelaskan, kondisi lingkungan yang kering membuat berbagai material kehilangan kelembapan sehingga lebih mudah terbakar.
“Kondisi kering membuat material seperti daun, rumput, sampah, limbah, dan tumpukan bahan mudah terbakar lebih cepat kehilangan kelembapan,” jelasnya.
Api yang berasal dari pembakaran terbuka maupun sumber lainnya juga berpotensi lebih cepat merambat, terutama di lahan kosong dan lokasi yang dipenuhi material kering.
3. Warga diminta tak bakar sampah sembarangan

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Atlantic Ambience) BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Masyarakat juga diminta memastikan bara api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api. Jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, warga diminta segera melaporkannya.
“Kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk menekan potensi kebakaran selama kondisi kekeringan. Dengan tidak membakar sampah sembarangan, menjaga lingkungan dari tumpukan material mudah terbakar, dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini, masyarakat dapat ikut membantu menjaga keamanan lingkungan di Kota Tangerang,” tutup Mahdiar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















