Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Life Jacket yang Ditemukan Bukan dari Speedboat Jurnalis yang Hilang
5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)
  • Tim SAR memastikan life jacket oranye dan pelampung putih yang ditemukan 7,05 NM di barat Anyer bukan milik speedboat Arupadhatu 1 pembawa delapan orang hilang.
  • Kepastian diperoleh dari pemeriksaan perlengkapan keselamatan, video, serta keterangan pemilik kapal Sandi; hasilnya sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.
  • Pencarian hari keempat masih berlangsung di perairan Selat Sunda, dengan sektor yang ditetapkan Basarnas, untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru yang hilang sejak 7 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serang, IDN Times - Tim SAR gabungan memastikan life jacket dan pelampung yang ditemukan sekitar 7,05 nautical mile (NM) di sisi barat Anyer, Kabupaten Serang, tidak berkaitan dengan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, temuan berupa satu life jacket berwarna oranye dan satu pelampung berwarna putih tersebut telah diperiksa. Tim juga meminta keterangan dari pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi.

"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, yaitu Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," kata Hengki, Jumat (11/9/2026).

1. Life jacket yang ditemukan berbeda dengan perlengkapan milik mereka

Basarnas saat melakukan pencarian 5 jurnalis (Dok. Basarnas)

Menurutnya, berdasarkan keterangan pemilik kapal dan pemeriksaan terhadap video perlengkapan keselamatan, bentuk life jacket dan pelampung yang ditemukan berbeda dengan perlengkapan yang digunakan kapal yang digunakan lima jurnalis.

"Jadi, kepastiannya hasil temuan hari ketiga pencarian yang menemukan life jacket warna oranye dan satu buah pelampung warna putih, itu bukan milik atau bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu 1," ujarnya.

Hengki menegaskan, temuan tersebut juga telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Polisi memastikan perlengkapan keselamatan yang ditemukan tidak sama dengan yang digunakan oleh kapal yang membawa delapan orang tersebut.

"Sudah kita BAP, kita minta keterangan. Itu berdasarkan penjelasan dari pemilik kapal, Bapak Sandi," katanya.

2. Pencarian hari keempat masih berlangsung

Masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian di Pulau Sekitar Krakatau (Dok. Relawan)

Sementara itu, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat memasuki hari keempat pada Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.

Hengki mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi sejumlah sektor yang telah ditentukan Basarnas. Tim gabungan yang terlibat masih bersiaga di wilayah Carita untuk mendukung operasi SAR.

"Bahwa sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi. Dan sekarang masih berjalan," katanya.

Dia mengatakan perkembangan terbaru pencarian akan disampaikan setelah seluruh tim menyelesaikan penyisiran pada hari ini.

"Update lebih tepatnya nanti menunggu selesai dilaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan nanti last kapal yang sedang bekerja sekarang, bersama seluruh tim," ujarnya.

3. Delapan orang hilang sejak berangkat ke GAK

5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)

Lima jurnalis dan tiga kru speedboat dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.

Hengki berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Dia juga meminta dukungan doa dari masyarakat dan rekan-rekan media selama proses pencarian berlangsung.

"Kita berharap dapat menemukan dalam keadaan selamat, itu paling utama. Apapun hal yang terburuknya, kita juga mendoakan semoga cepat ketemu dan kita bisa mengidentifikasi semua rekan-rekan kita," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article