Pencarian Dihentikan, Tim SAR Tidak Temukan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal

- Tim SAR gabungan menghentikan pencarian speedboat Arupandhtu 1 di Selat Sunda setelah 10 hari, termasuk perpanjangan tiga hari, tanpa menemukan lima jurnalis dan tiga kru.
- Selama operasi, tim menemukan 13 objek yang sempat diduga terkait kapal hilang, tetapi pemeriksaan Polairud menyatakan seluruhnya tidak terhubung dengan Arupandhtu 1.
- Operasi SAR dapat dibuka kembali bila muncul petunjuk baru dari masyarakat atau pihak lain; Pemprov Banten menyampaikan terima kasih kepada tim dan keprihatinan kepada keluarga korban.
Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupandhtu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026). Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian berlangsung selama 10 hari, termasuk perpanjangan waktu selama tiga hari.
Operasi pebcarian dihentikan hari ini Kamis (17/9/2026), tim SAR tidak menemukan delapan orang yang berada di dalamnya. Sebanyak lima jurnalis hilang yakni M. Bagus Khoirunnas dari Media Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Sementara tiga kru speedboat terdiri dari Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), guide.
1. Sebanyak 13 objek ditemukan, tak terhubung dengan Arupandhtu 1

Kapal Basarnas sisir perairan Selat Sunda cari 8 orang hilang (Dok. Khaerul Anwar) Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, evaluasi pelaksanaan operasi dilakukan pada Kamis (17/9/2026) sore untuk menentukan kelanjutan pencarian. "Hari ini sejak pukul 17.00 WIB dilaksanakan rapat evaluasi sekaligus juga penentuan apakah operasi kemanusiaan, pencarian dan pertolongan ini akan dilanjutkan," kata Andra saat konferensi pers di Posko Carita, Pandeglang.
Ia mengatakan, selama 10 hari pencarian, tim gabungan melakukan berbagai upaya untuk menemukan kapal beserta penumpangnya. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan ini sampai dengan hari ke-10 setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," ujarnya.
Dalam operasi tersebut, tim menemukan sejumlah material atau objek yang sempat diduga berkaitan dengan kapal yang hilang. Namun, setelah dilakukan pengecekan dan penelitian Polairud, sebanyak 13 objek yang ditemukan dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Arupandhtu 1.
"Ada 13 objek yang ditemukan selama operasi dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dikonfirmasi, di-cross check dan diteliti, dinyatakan saat ini tidak terhubung dengan Arupandhtu 1," kata Andra.2. Bisa dibuka kembali jika ada petunjuk baru

Kapal Basarnas sisir perairan Selat Sunda cari 8 orang hilang (Dok. Khaerul Anwar) Andra mengatakan, penghentian operasi dilakukan karena pencarian dinilai tidak lagi efektif. Meski demikian, penghentian operasi bukan berarti pencarian tertutup sepenuhnya. Operasi SAR dapat kembali dibuka apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang dinilai dapat membantu menemukan keberadaan delapan orang tersebut.
"Namun, bilamana ada informasi dari masyarakat, baik nelayan atau kapal yang melintas atau pihak manapun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bilamana ada penemuan petunjuk baru," katanya.3. Pemprov sampaikan keprihatinan untuk keluarga

5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga) Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan pihak yang terlibat dalam operasi pencarian selama 10 hari terakhir.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga delapan orang yang hingga kini belum ditemukan. "Kami dari Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang selama 10 hari ini melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini dengan sungguh-sungguh," katanya.



















