Erupsi Anak Krakatau Bikin Okupansi Hotel Anyer-Carita Anjlok

- Aktivitas Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan reservasi hotel di Anyer-Carita hingga 70 persen; satu hotel dilaporkan merugi sekitar Rp15 miliar.
- Abu vulkanik di pesisir mulai mereda dan kondisi pantai relatif terkendali, meski Dinas Pariwisata Banten menyiapkan langkah pemulihan bersama PHRI.
- Wisatawan diminta mengikuti informasi resmi, menjauhi zona bahaya, dan memakai masker; pengelola wajib menjalankan prosedur keselamatan serta menyampaikan informasi akurat.
Serang, IDN Times - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang meningkat berdampak terhadap sektor pariwisata di pesisir Banten. Tingkat hunian hotel di kawasan Anyer hingga Carita dilaporkan anjlok hingga 70 persen akibat pembatalan reservasi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengatakan penurunan okupansi terjadi hampir di seluruh hotel di kawasan pesisir. Sejumlah pelaku usaha bahkan melaporkan kerugian hingga miliaran rupiah akibat pembatalan pemesanan kamar.
"Kalau ditotal seluruhnya belum ada. Tapi kemarin sudah ada laporan ada hotel sudah rugi sekitar Rp15 miliar dari kegagalan orang booking gitu ya," kata Eli, Rabu (16/9/2026).
1. Pembatalan hotel terjadi setelah wisatawan mulai ragu

Ilustrosi hotel Anyer (Dok. Istimewa/IDN Times) Eli mengatakan pada pekan pertama setelah aktivitas GAK meningkat, sebagian wisatawan yang telah melakukan reservasi masih tetap datang karena pemesanan dilakukan jauh hari.
Namun, pembatalan mulai meningkat setelahnya. Wisatawan yang sebelumnya berencana berlibur ke kawasan Anyer dan Carita mulai menunda atau membatalkan pemesanan kamar.
"Minggu pertama kejadian masih ada yang check-in karena reservasi sudah lama. Tapi setelah itu, pembatalan terus terjadi. Bahkan dari yang membatalkan pemesanan dan yang ragu mau booking, pembatalan mencapai 70 persen," ujarnya.
Menurut Eli, pelaku usaha pariwisata di kawasan pesisir telah menyampaikan keluhan terkait dampak aktivitas vulkanik GAK. Dinas Pariwisata Banten bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan membahas langkah pemulihan sektor pariwisata.
"Nanti kita rapat juga agar ada dampak baik bagi pariwisata," ungkapnya.
2. Abu vulkanik mulai mereda

Masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian di Pulau Sekitar Krakatau (Dok. Relawan) Eli mengatakan dampak abu vulkanik di kawasan pesisir mulai mereda meski aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Kondisi gelombang laut dan pasang surut di kawasan pantai juga relatif aman dan terkendali.
Dinas Pariwisata Banten akan mendorong pemulihan citra pariwisata setelah penanganan dampak erupsi dan operasi pencarian korban selesai.
"Fokus awal adalah penanganan dampak dan pencarian korban. Setelah semua proses ini selesai, kita akan menata kembali pariwisata Banten dengan menggaungkan pemberitaan yang positif dan optimistis bahwa kondisi di lokasi wisata aman untuk dikunjungi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Banten Paundra Bayyu Ajie mengatakan aktivitas wisata di kawasan pantai masih berlangsung. Sebagian wisatawan masih terlihat beraktivitas di luar ruangan.
"Kondisi pariwisata secara umum, kalau kita amati saat mendampingi Pak Gubernur meninjau lapangan, masih terbilang aman dan pantai cukup landai. Wisatawan masih ada yang beraktivitas di pantai," katanya.
Paundra mengakui aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap pemesanan kamar hotel di kawasan Anyer dan Carita. Namun, dia menyebut pembatalan yang terjadi tidak signifikan.
"Namun, memang ada dampak seperti pembatalan (cancellation) pemesanan kamar hotel dari beberapa wisatawan, walau jumlahnya tidak signifikan," ujarnya.
Dinas Pariwisata Banten telah menerbitkan edaran mengenai keselamatan wisatawan dan pengelola destinasi wisata. Edaran tersebut mengacu pada arahan Gubernur Banten serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Wisatawan harus mematuhi arahan pihak berwenang, tidak mendekati zona bahaya, memantau informasi resmi, serta menggunakan masker ketika berada di kawasan pantai untuk mengantisipasi abu vulkanik," katanya.
3. Pengelola wisata diminta pastikan prosedur keselamatan berjalan

Kondisi hotel di kawasan carita terpantau sepi (Dok. Khaerul Anwar) Pengelola wisata juga diminta memastikan prosedur keselamatan berjalan, menyampaikan informasi secara transparan dan akurat kepada pengunjung, serta menyiapkan langkah darurat apabila terjadi perubahan status aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dinas Pariwisata juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi palsu, termasuk foto dan video lama yang diklaim sebagai kondisi terkini. Informasi semacam itu dinilai dapat memicu kepanikan.
"Berdasarkan laporan dari mitra kami di lapangan, seperti Balawista, situasi pantai secara umum masih aman dan bisa dikunjungi. Namun, kami menegaskan kepada seluruh wisatawan dan pengelola untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan," ucapnya.

















