Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau, Warga Tangerang Waspada Kekeringan hingga 20 September

Kota Tangerang
Kemarau, Warga Tangerang Waspada Kekeringan hingga 20 September
Kemarau, Warga Tangerang Waspada Kekeringan hingga 20 September (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Pemkot Tangerang mengimbau warga waspada kekeringan meteorologis selama 11-20 September 2026, menyusul peringatan dini BMKG saat seluruh Banten masih mengalami musim kemarau.
  • Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah berstatus Waspada kekeringan; Benda dan Tangerang berstatus Awas, sehingga masyarakat diminta melakukan mitigasi sejak dini.
  • Warga diminta menghemat air, menghindari pembakaran sampah atau lahan, memantau informasi resmi, serta menghubungi 112 atau BPBD-Damkar bila membutuhkan penanganan darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis selama musim kemarau. Imbauan ini menyusul peringatan dini cuaca dan iklim dari BMKG Wilayah II untuk periode Dasarian II September 2026 atau 11-20 September 2026.

Berdasarkan informasi tersebut, seluruh wilayah Provinsi Banten masih berada dalam musim kemarau. Sejumlah wilayah di Kota Tangerang masuk status kewaspadaan kekeringan dengan tingkatan berbeda.

  1. 1. Batuceper hingga Karang Tengah berstatus waspada

    Permukiman Kampung Somang di Sajira tampak terendam air sebagai dampak proyek Waduk Karian, dengan pepohonan dan bangunan sekitar genangan.
    Kampung Somang di Sajira yang tenggelam akibat proyek Waduk Karian (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, wilayah Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah masuk status Waspada. Sementara, wilayah Benda dan Tangerang masuk status awas.

    “Wilayah Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah tercatat dalam status Waspada. Sementara itu, wilayah Benda dan Tangerang masuk dalam status Awas. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi sejak dini,” kata Mahdiar, Senin (14/9/2026).

  2. 2. Warga diminta hemat penggunaan air

    Menghadapi kondisi tersebut, Pemkot Tangerang meminta masyarakat menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau. Warga diminta memastikan penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari sesuai keperluan dan menghindari pemborosan.

    “Selain menghemat air, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka. Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko api mudah menyebar,” ujar Mahdiar.

  3. 3. Larangan pembakatan sampah

    Selain mengantisipasi kekeringan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

    Pemkot Tangerang juga mengingatkan warga untuk memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui sumber resmi.

    “Pemkot Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut. Langkah sederhana seperti menghemat air, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana dapat menjadi bagian dari mitigasi bersama,” kata Mahdiar.

    Masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat dapat menghubungi layanan 112 secara gratis. Warga juga dapat menghubungi Hotline BPBD dan Damkar Kota Tangerang di 021-5582144 untuk mendapatkan bantuan sesuai kondisi di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More