Keluarga Korban Speedboat Hilang Dapat Pendampingan Psikolog

- Pemprov Banten menyiagakan tenaga medis dan psikolog untuk mendampingi keluarga delapan penumpang speedboat yang hilang di Perairan Selat Sunda.
- Keluarga korban diarahkan menginap di fasilitas pemerintah agar kondisi kesehatan mereka dapat dipantau selama operasi pencarian berlangsung.
- Pencarian memasuki hari keenam terhadap lima jurnalis dan tiga ABK, melibatkan 14 armada; tim menemukan life jacket, terpal, dan galon untuk diidentifikasi polisi.
Serang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Banten menyiagakan tenaga medis dan psikolog untuk mendampingi keluarga delapan orang yang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi mengalami lost contact di Perairan Selat Sunda.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers operasi pencarian hari keenam, Minggu (13/9/2026). Pendampingan diberikan karena sejumlah keluarga korban mulai mengalami trauma setelah hampir sepekan menunggu kabar.
1. Dinkes siapkan tenaga media dan psikolog

Tim gabungan Basarnas melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) memasuki hari kelima. (Dokumentasi Basarnas) Andra mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten telah menyediakan tenaga medis sekaligus psikolog untuk mendampingi keluarga korban.
“Jadi kami dari Dinas Kesehatan menyediakan tenaga medis dan juga psikolog ya untuk mendampingi teman-teman keluarga yang ini,” kata Andra.
Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah selama proses pencarian masih berlangsung.
2. Keluarga diarahkan menginap di tempat yang disediakan

Rombongan jurnalis yang hendak melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau dan dilaporkan hilang kontak. (Dok. Istimewa) Selain menyediakan tenaga medis dan psikolog, Pemprov Banten mengarahkan keluarga korban untuk menginap di tempat yang telah disediakan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan keluarga dapat dipantau selama proses pencarian berlangsung.
“Dan kami mengarahkan untuk mereka bisa menginap di tempat yang telah kami sediakan agar kita bisa mengontrol,” ujar Andra.
Andra mengatakan dukungan terkait kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendampingi keluarga selama operasi SAR.
3. Pencarian masuk hari keenam

Hari Keenam, SAR Temukan 3 Life Jacket dan 2 Terpal di Selat Sunda (Dok. Basarnas) Operasi pencarian delapan orang yang hilang memasuki hari keenam pada Sabtu (12/9/2026). Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK).
Dalam pencarian hari keenam, tim SAR gabungan mengerahkan 14 alat utama sistem persenjataan (alut), terdiri dari tiga KRI, satu KAL, tiga kapal Polair, tiga KN SAR, dua RIB, serta dua speedboat masyarakat.
Tim juga menemukan sejumlah barang, yakni tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon. Seluruh barang tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut.
















