Sinyal 1 Penumpang Terdeteksi di Pulau Sebesi, SAR Perluas Pencarian

Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan penumpang speedboat hilang kontak di Selat Sunda, setelah satu dari tujuh sinyal ponsel sempat terdeteksi di perairan Pulau Sebesi.
Penyisiran di sekitar Pulau Sebesi telah dilakukan sejak hari kedua hingga hari kelima operasi, tetapi delapan orang yang dicari belum ditemukan.
Perhitungan arah angin dan arus memperluas pemantauan hingga Bengkulu; pemeriksaan CCTV serta penyisiran darat di sekitar Anak Gunung Krakatau juga belum menghasilkan petunjuk.
Pandeglang, IDN Times — Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda. Perluasan pencarian dilakukan berdasarkan data sinyal ponsel salah satu penumpang yang sempat terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten, Al Amrad, mengatakan data sinyal tersebut berasal dari tujuh ponsel penumpang yang diperiksa tim.
“Ya, berdasarkan data sinyal ponsel dari 7 orang penumpang, ada 1 nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi,” kata Al Amrad dalam keterangan operasi SAR hari kelima.
1. Satu nomor terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi

Hari Kelima Pencarian, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket (IDN Times/Muhamad Iqbal) Menurut Al Amrad, tim SAR telah melakukan pengecekan terhadap lokasi yang terindikasi dari data sinyal tersebut sejak hari kedua pencarian.
Penyisiran di sekitar Pulau Sebesi terus dilakukan hingga memasuki hari kelima operasi SAR. Namun, keberadaan delapan orang yang dicari belum ditemukan. “Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini,” ujarnya.
2. Pencarian diperluas berdasarkan arah angin dan arus

TNI AL menemukan life jacket dan pelampung putih di perairan Cikoneng, Anyer, Banten, pada pencarian hari ketiga speedboat yang hilang kontak mengangkut lima jurnalis dan tiga awak saat meliput Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026). (Dinas Penerangan Angkatan Laut) Selain data sinyal ponsel, tim SAR menggunakan perhitungan SAR Map untuk menentukan kemungkinan pergerakan benda atau material dari lokasi kejadian.
Al Amrad mengatakan perhitungan tersebut mempertimbangkan arah angin dan arus laut. Hasil pemetaan menunjukkan kemungkinan pergerakan material mengarah ke wilayah Bengkulu.
“Kami sudah berkoordinasi dan memapelkan area pemantauan hingga ke wilayah Bengkulu,” katanya. Karena itu, pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar Anak Gunung Krakatau, tetapi juga diperluas ke wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergerakan material.
3. CCTV di sekitar lokasi juga diperiksa

Tim SAR Lampung terus melakukan pencarian terhadap jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas Lampung). Tim SAR juga telah berkoordinasi untuk memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar kawasan Anak Gunung Krakatau. Namun, hasilnya belum memberikan petunjuk baru. Al Amrad mengatakan satu CCTV telah diperiksa dengan hasil nihil, sementara CCTV lainnya dalam kondisi rusak.
“Penyisiran darat di sekitar area tersebut juga sudah dilakukan dan hasilnya masih nihil,” ujarnya.
















