Hari Keenam, SAR Temukan 3 Life Jacket dan 2 Terpal di Selat Sunda

- Pada hari keenam pencarian speedboat hilang di Selat Sunda, tim SAR menemukan tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon di beberapa lokasi.
- Delapan orang yang hilang belum ditemukan. Pencarian melibatkan 14 alut dari TNI AL, Polairud, Basarnas, dan speedboat masyarakat, sementara sektor lain masih nihil.
- Seluruh barang temuan akan dikumpulkan dan diserahkan kepada kepolisian untuk identifikasi. Keterkaitannya dengan speedboat yang hilang belum dapat dipastikan.
Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah barang dalam pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).
Pada hari keenam pencarian, tim menemukan tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon di sejumlah lokasi berbeda. Namun, hingga operasi hari keenam berakhir, delapan orang yang dicari belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, seluruh barang temuan akan diserahkan kepada pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk ditindaklanjuti dan diidentifikasi.
1. Tiga life jacket ditemukan di sejumlah lokasi

Hari Keenam, SAR Temukan 3 Life Jacket dan 2 Terpal di Selat Sunda (Dok. Basarnas) Al Amrad merinci, satu life jacket ditemukan KRI Teluk Gilimanuk pada pukul 08.55 WIB di sekitar selatan Perairan Pulau Sangiang. Barang tersebut ditemukan pada koordinat 06°02’174” S - 105°49’844” E. Kemudian KAL Anyer menemukan satu life jacket lainnya pada pukul 09.45 WIB di sekitar Teluk Belimbing, Lampung, dengan koordinat 06°01’99” S - 105°52’82” E.
Sementara satu life jacket berwarna oranye ditemukan KM Bima pada pukul 09.58 WIB di sekitar Pulau Rakata. Lokasi temuan berada pada koordinat 06°09’44.04” S - 105°27’29.07” E.
“Ya, benar sekali. Dua terpal, tiga jaket, satu galon,” kata Al Amrad saat menegaskan jumlah barang yang ditemukan pada hari keenam.
2. Dua terpal dan satu galon turut ditemukan

Tim gabungan Basarnas melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) memasuki hari kelima. (Dokumentasi Basarnas) Selain tiga life jacket, tim SAR juga menemukan dua terpal dan satu galon. Satu terpal ditemukan KRI Teluk Gilimanuk bersama satu life jacket pada pukul 08.55 WIB. Sementara terpal lainnya ditemukan RIB 02 Lampung pada pukul 10.15 WIB saat melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sebesi dan wilayah sekitarnya.
RIB 02 Lampung juga menemukan satu galon pada koordinat 06°05’52.51” S - 105°40’23.13” E. Al Amrad mengatakan seluruh objek temuan akan dikumpulkan dan diserahkan kepada kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk keseluruhan pelaksanaan operasi SAR pada hari ini, objek-objek tersebut telah dan akan kami serahkan kembali kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian, untuk menindaklanjuti lebih lanjut,” ujarnya.
3. Belum diketahui apakah barang berkaitan dengan speedboat

Rombongan jurnalis yang hendak melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau dan dilaporkan hilang kontak. (Dok. Istimewa) Al Amrad belum menyampaikan apakah barang-barang yang ditemukan tersebut memiliki keterkaitan dengan speedboat yang hilang.
Ia mengatakan proses identifikasi menjadi kewenangan pihak kepolisian. Barang yang ditemukan oleh sejumlah unsur SAR juga masih dalam proses pengumpulan dan sebagian masih dalam perjalanan menuju darat.
“Saya belum bisa menerima karena saat ini masih dalam pelayaran. Nanti mungkin kita lihat bersama pada saat barangnya sudah tiba dan hasil dari pemeriksaan rekan-rekan dari Kepolisian,” katanya.
Sementara itu, pencarian terhadap delapan orang masih terus dilakukan. Pada hari keenam, sebanyak 14 alut dikerahkan, terdiri dari unsur TNI AL, Polairud, Basarnas, serta speedboat masyarakat.
Pencarian di sejumlah sektor lainnya masih nihil. Al Amrad mengatakan seluruh operasi hari keenam berjalan aman dan lancar meski kondisi di lapangan cerah berawan dan berkabut dengan jarak pandang sekitar 1–1,5 nautical mile serta tinggi gelombang 0–1,5 meter.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga), tetapi tidak terjadi erupsi pada hari keenam pencarian.
















