Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tangerang 10K, Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng

Kota Tangerang
Tangerang 10K, Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng
Tangerang 10K Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Tangerang 10K diikuti 3.000 pelari pada 13 September 2026, meningkat dari 2.500 peserta tahun sebelumnya, dengan rute yang menampilkan jejak sejarah Cina Benteng.
  • Rute lomba melintasi Taman Makam Pahlawan Taruna, Alun-Alun Ahmad Yani, Pasar Lama, Benteng Makasar, dan Masjid Kali Pasir, menggabungkan olahraga, budaya, pariwisata, serta ekonomi lokal.
  • Robi Sianturi menjuarai kategori 10K dengan waktu 30 menit 29,54 detik, unggul 0,35 detik atas Rikki Marthin; acara juga disebut mendorong UMKM dan okupansi hotel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kota Tangerang, IDN Times - Sebanyak 3 ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang Tangerang 10K yang digelar di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026).

Tak sekadar berlari, peserta diajak menyusuri sejumlah kawasan yang memiliki jejak sejarah dan budaya Cina Benteng di Kota Tangerang. Rute tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan olahraga, sejarah, pariwisata, dan ekonomi lokal.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan jumlah peserta meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Ini tahun kedua digelar, tahun lalu 2.500 peserta dan sekarang tembus jadi 3.000 peserta. Alhamdulillah antusiasnya luar biasa,” ujar Sachrudin.

  1. 1. Lintasi Pasar Lama hingga Benteng Makasar

    d92af890-f689-4b04-9a4c-64e7efa4cb5e.jpeg
    Tangerang 10K Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng (Dok. Pemkot Tangerang)

    Tangerang 10K dimulai sekitar pukul 04.30 WIB. Sejumlah atlet lari turut ambil bagian, di antaranya Robi Sianturi, Rikki Marthin, dan Novia Nur.

    Para pelari melewati sejumlah kawasan bersejarah di Kota Tangerang. Di antaranya Taman Makam Pahlawan Taruna, kawasan Alun-Alun Ahmad Yani, Pasar Lama, Benteng Makasar, hingga Masjid Kali Pasir.

    Rute tersebut membuat peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga dapat mengenal kawasan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan masyarakat Cina Benteng di Kota Tangerang.

    Sachrudin berharap event serupa dapat kembali digelar dengan skala lebih besar.

    “Tangerang optimis bisa menggelar event serupa tahun depan, kalau perlu skala internasional, karena kami dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” katanya.

  2. 2. Tangerang 10K ikut dongkrak UMKM dan okupansi hotel

    ee71ba51-e9af-49e5-a460-da7f4e6b2910.jpeg
    Tangerang 10K Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng (Dok. Pemkot Tangerang)

    Gelaran Tangerang 10K juga dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Kehadiran ribuan peserta dan pendukung turut menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, serta perhotelan di sekitar lokasi.

    “Dampaknya sangat positif untuk perkembangan daerah, mulai dari pariwisata, UMKM, hingga perhotelan. Bahkan informasi yang kami terima, hotel-hotel di sekitar lokasi penuh semua,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah menjadi momentum untuk meningkatkan kolaborasi antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang juga berkoordinasi dengan camat, lurah, dan perangkat daerah untuk menyosialisasikan pengaturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

  3. 3. Robi Sianturi finis pertama

    d92af890-f689-4b04-9a4c-64e7efa4cb5e.jpeg
    Tangerang 10K Ajak 3 Ribu Pelari Telusuri Jejak Sejarah Cina Benteng (Dok. Pemkot Tangerang)

    Pada kategori lomba 10K, pelari profesional Robi Sianturi keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 30 menit 29,54 detik.

    Posisi kedua ditempati Rikki Marthin dengan waktu 30 menit 29,89 detik. Selisih waktu keduanya hanya sekitar 0,35 detik.

    Direktur Bisnis Harian Kompas, Lukminto Wibowo, mengatakan Kota Tangerang dipilih sebagai salah satu tuan rumah karena memiliki kekuatan budaya multikultural dan potensi pariwisata.

    “Lari ini sebenarnya adalah trigger atau pemicu. Lewat acara yang dikemas baik, dampaknya nyata pada ekonomi, sosial, dan budaya. Edukasi masyarakat soal ketertiban juga membaik secara bertahap,” ujarnya.

    Sementara itu, Plt CEO Regional 4 Bank BJB Rahadian A Hamdani mengatakan Tangerang 10K sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Dengan adanya ajang 10K Series ini, kita melihat ini menjadi sarana untuk membuka perkembangan ekonomi daerah,” katanya.

    Ajang 10K Series tersebut sebelumnya digelar di Bandung dan Surabaya. Setelah Tangerang, rangkaian lomba akan ditutup di Semarang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More