Tim SAR Perpanjang Pencarian Jurnalis Hilang, Harapan Keluarga Belum Padam

- Tim SAR gabungan memperpanjang pencarian delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1, selama tiga hari setelah operasi sepekan belum membuahkan hasil.
- Keluarga korban menyambut perpanjangan dengan optimistis; ayah jurnalis M. Bagus Khoirunas mengapresiasi dukungan Gubernur Banten dan Basarnas serta berharap putranya segera ditemukan.
- Basarnas akan mengevaluasi area pencarian memakai data BMKG dan PVMBG, lalu mengoptimalkan kapal serta helikopter berdasarkan cuaca, arus, dan dinamika perairan Selat Sunda.
Pandeglang, IDN Times - Tujuh hari berlalu, lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 belum ditemukan di perairan Selat Sunda.
Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari setelah pencarian selama sepekan belum menemukan keberadaan delapan orang tersebut.
1. Keluarga menyambut optimis keputusan pemerintah

5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga) Keluarga menyambut keputusan itu dengan optimistis. Mansyur Suryana, ayah jurnalis Antara M. Bagus Khoirunas, berharap tambahan waktu pencarian menjadi peluang untuk menemukan putranya bersama tujuh orang lainnya.
"Alhamdulillah, diperpanjang tiga hari. Keluarga mengapresiasi Gubernur Banten dan Basarnas yang konkret membantu keluarga yang hilang kontak di Selat Sunda," kata Mansyur di Posko SAR Carita, Senin (14/9/2026) malam.2. Tiga hari tambahan jadi harapan

Andra Soni dan Kabasarnas Banten menyampaikan hasil pencarian jurnalis hilang di hari ketujuh (Dok. Khaerul Anwar) Mansyur mengatakan keluarga akan terus berikhtiar dan menaruh harapan pada tiga hari tambahan operasi SAR tersebut. "Tetap optimistis saja, ikhtiar dengan adanya waktu perpanjangan tiga hari itu," ujarnya.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim akan kembali mengevaluasi wilayah yang telah disisir selama tujuh hari pencarian. Data BMKG dan PVMBG akan digunakan untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran target berdasarkan kondisi cuaca, arus, dan dinamika perairan.3. Basarnas janji maksimalkan proses pencarian

Masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian di Pulau Sekitar Krakatau (Dok. Relawan) Pencarian kembali dioptimalkan dengan mengerahkan kapal dan helikopter untuk menyisir wilayah yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni meminta Basarnas memperpanjang operasi pencarian setelah masa pencarian tujuh hari berakhir. Permintaan itu disampaikan dengan mempertimbangkan permohonan keluarga dan pemerintah daerah.
Lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026). Hingga Senin malam, atau memasuki hari kedelapan, keberadaan mereka masih menjadi misteri.

















