Lebak, IDN Times – Fenomena warga yang bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya kembali terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten. Di tengah lambatnya penanganan pemerintah dan keterbatasan anggaran daerah, masyarakat memilih mengumpulkan dana sendiri agar aktivitas ekonomi dan mobilitas tidak terganggu.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai aksi tersebut memang mencerminkan tingginya modal sosial masyarakat. Namun, jika terus berulang, kondisi itu justru menjadi sinyal adanya persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
