Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Whitesky-AutoFlight Siap Kembangkan eVTOL dan Vertiport di Indonesia

Kab. Tangerang
Whitesky-AutoFlight Siap Kembangkan eVTOL dan Vertiport di Indonesia
Whitesky Aviation dan AutoFlight Bangun Ekosistem eVTOL (Dok. Whitesky Aviation)
  • Whitesky Aviation dan AutoFlight menandatangani LOI untuk mengembangkan ekosistem eVTOL Indonesia, mencakup sertifikasi, operasi, perawatan, pelatihan, keselamatan, dan vertiport.
  • Kerja sama menargetkan pengembangan hingga 60 unit AutoFlight V2000EM Prosperity, dengan potensi kumulatif CNY1 miliar atau sekitar Rp2,7 triliun, bukan transaksi yang telah terealisasi.
  • Whitesky memiliki pipeline 152 eVTOL senilai estimasi Rp7,8 triliun dalam 10 tahun, sambil menyiapkan helipad menjadi vertiport dan melibatkan industri pendukung domestik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Pengembangan transportasi udara berbasis listrik atau electric vertical take-off and landing (eVTOL) mulai diarahkan untuk masuk ke ekosistem penerbangan Indonesia. Whitesky Aviation dan AutoFlight menandai langkah tersebut melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) di Cengkareng Heliport, Tangerang.

Kesepakatan yang diteken pada 12 Agustus 2026 itu tidak hanya menyasar pengadaan armada eVTOL. Kedua perusahaan juga berencana membangun ekosistem pendukung, mulai dari kesiapan sertifikasi, operasional, perawatan pesawat, pelatihan pilot dan teknisi, standar keselamatan, hingga pembangunan vertiport.

LOI tersebut ditandatangani Chief Commercial Officer Whitesky Group Ari Nurwanda dan Senior Vice President AutoFlight Jia Xie. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan layanan eVTOL penumpang sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun fondasi industri Advanced Air Mobility (AAM) di Indonesia.

  1. 1. Whitesky berencana menghadirkan 60 unit eVTOL

    Dalam kesepakatan tersebut, Whitesky Aviation dan AutoFlight mencantumkan rencana pengembangan hingga 60 unit AutoFlight V2000EM Prosperity.

    Jika seluruh tahapan dalam kesepakatan terealisasi, potensi kumulatifnya mencapai CNY1 miliar atau sekitar Rp2,7 triliun. Namun, angka tersebut merupakan potensi pengembangan dan bukan nilai transaksi yang seluruhnya telah terealisasi ketika LOI ditandatangani.

    Founder Whitesky Group Denon Prawiraatmadja mengatakan, kehadiran teknologi eVTOL di Indonesia harus memberikan dampak lebih luas dibandingkan sekadar mendatangkan pesawat.

    “Kalau teknologi ini masuk ke Indonesia, nilainya harus lebih besar daripada sekadar pesawat yang beroperasi. Kita perlu membangun infrastrukturnya, kompetensi manusianya, standar keselamatannya, kemampuan maintenance-nya, dan memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh bersama,” ujar Denon.

    Karena itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem eVTOL secara bertahap.

  2. 2. Jaringan helipad akan dikembangkan menjadi vertiport

    IMG-20260812-WA0018.jpg
    Whitesky Aviation dan AutoFlight Bangun Ekosistem eVTOL (Dok. Whitesky Aviation)

    Whitesky Aviation juga menyiapkan pengembangan jaringan helipad yang dimilikinya di berbagai wilayah Indonesia untuk secara bertahap dikembangkan menjadi infrastruktur vertiport.

    Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam pengoperasian eVTOL komersial. Sebab, pesawat jenis ini membutuhkan titik khusus untuk melakukan lepas landas dan pendaratan secara vertikal.

    Jaringan vertiport juga dinilai strategis untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. Konektivitas tidak hanya dibutuhkan di kota-kota besar, tetapi juga kawasan industri, destinasi wisata, bandara, pusat bisnis hingga wilayah antarpulau.

    Selain infrastruktur, kedua perusahaan juga akan mengembangkan aspek maintenance, repair and overhaul (MRO), pelatihan pilot dan teknisi, kesiapan regulasi, serta standar keselamatan.

  3. 3. Pipeline Whitesky mencapai 152 unit eVTOL

    Kerja sama dengan AutoFlight merupakan bagian dari rencana pengembangan eVTOL Whitesky yang lebih luas. Whitesky saat ini menyebut memiliki pipeline hingga 152 unit eVTOL. Rinciannya, 122 unit berasal dari produsen China dan 30 unit dari Jepang.

    Dalam skema pembiayaan dan pengembangan jangka panjang hingga 10 tahun, keseluruhan potensi nilai pengembangan ekosistem eVTOL tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7,8 triliun.

    Namun, angka Rp7,8 triliun tersebut merupakan estimasi berdasarkan tahapan pengembangan bisnis dan bukan nilai transaksi yang seluruhnya telah terealisasi saat ini.

    Whitesky juga melihat peluang untuk menghubungkan perkembangan penerbangan listrik dengan industri pendukung di Indonesia, termasuk ekosistem baterai dan potensi kolaborasi jangka panjang dengan CATL di Karawang.

  4. 4. Ingin Indonesia masuk rantai nilai industri

    IMG-20260812-WA0017.jpg
    Whitesky Aviation dan AutoFlight Bangun Ekosistem eVTOL (Dok. Whitesky Aviation)

    Denon menilai pengembangan eVTOL seharusnya tidak menempatkan Indonesia hanya sebagai pasar bagi teknologi penerbangan baru.

    Menurutnya, Indonesia perlu mengambil peran dalam rantai industri tersebut, baik melalui pengoperasian armada, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia maupun kerja sama dengan industri global.

    “Masa depan industri tidak dibangun dengan menjadi pembeli terakhir dalam sebuah rantai nilai. Indonesia harus berada di dalam rantai itu sebagai operator, pengembang infrastruktur, tempat berkembangnya talenta, dan mitra industri global,” ujarnya.

    Kolaborasi Whitesky Aviation dan AutoFlight pun diharapkan menjadi salah satu pijakan awal untuk membangun ekosistem Advanced Air Mobility sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan industri penerbangan listrik di kawasan Asia-Pasifik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More