Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 WN China Selundupkan Bibit Happy Water lewat Bandara Soetta

2 WN China Selundupkan Bibit Happy Water lewat Bandara Soetta
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan bahan baku Happy Water (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Dua WN China ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menyelundupkan 3,4 kg bahan baku narkoba jenis Happy Water yang disamarkan dalam kemasan minuman asal Malaysia.

  • Narkoba berupa campuran Nimetazepam, Methamphetamine, dan Ketamine itu merupakan bibit Happy Water yang rencananya akan dikemas ulang menjadi ribuan saset siap edar bernilai jutaan rupiah per saset.

  • Kedua pelaku mengaku barang tersebut akan diedarkan di tempat hiburan malam di Indonesia; kini mereka diserahkan ke Bareskrim Polri dan terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang, IDN Times - 2 warga negara China berinisial LZ (20) dan SZ (30) mencoba menyelundupkan bahan baku narkoba jenis Happy Water melalui Bandara Soekarno-Hatta asal Malaysia. Keduanya mencoba menyamarkan narkoba tersebut dengan memasukkannya ke dalam kemasan minuman oleh-oleh asal Malaysia.

"Ada kemasan kopi, sereal instan, sampai Milo yang isinya sudah diganti dengan narkotika jenis Nimetazepam, Methampethamine, dan Ketamine seberat 3,4 kilogram," kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Rabu (15/7/2026).

1. Ketiga jenis narkoba tersebut dicampur dalam 1 kemasan untuk bahan baku Happy Water

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta memperlihatkan barang bukti penyelundupan bahan baku Happy Water berupa kemasan kopi dan produk serbuk di meja konferensi pers.
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan bahan baku Happy Water (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Menurut Hengky, ketiga macam narkotika tersebut sudah tercampur dan ternyata merupakan bibit atau cikal bakal untuk membuat happy water. Yakni, narkoba berbentuk serbuk yang penggunaannya harus dilarutkan ke dalam air dan diminum pemakainya untuk mendapatkan sensasi.

"Nanti kalau sudah di sini, dijualnya sudah dalam bentuk kemasan saset begitu, ini baru biang, bibit atau bahan bakunya. Nanti kalau sudah dibuat Happy Water mungkin akan jadi ratusan ribu saset," ungkap Hengky.

2. Diduga, narkoba tersebut akan dikemas ulang agar mudah diedarkan

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta memperlihatkan barang bukti bahan baku Happy Water yang digagalkan penyelundupannya di meja konferensi pers.
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan bahan baku Happy Water (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Pihaknya pun menduga, bila berhasil diselundupkan, bahan baku ini akan dimasukan ke dalam pabrik atau rumah industri untuk pengolahan lebih lanjut. Harganya pun akan jadi mahal, bisa sekitaran jutaan rupiah persasetnya.

"Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahterimakan ke Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk pengembangan lebih lanjut," ungkapnya.

3. Diduga, narkoba tersebut akan diedarkan di tempat hiburan malam

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta memeriksa barang bukti bahan baku Happy Water di meja pemeriksaan dengan latar belakang logo Bea Cukai.
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan bahan baku Happy Water (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Ipda Rino Aditya perwakilan Bareskrim Polri mengungkapkan, dari pengakuan kedua pelaku, diduga akan diedarkan di tempat hiburan malam yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk harganya 1 saset siap edar itu Rp2 juta, untuk barang bukti saat ini jika lolos bisa mencapai ribuan saset siap edar," katanya.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Share Article
Editorial Team

Latest News Banten

See More