Bea Cukai Soetta Gagalkan Pengiriman Ganja dari Amerika Tujuan Bali

- Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 10,785 gram ganja asal Amerika Serikat yang dikirim ke Bali melalui kargo dan kini diserahkan ke Polresta Bandara untuk penyelidikan.
- Petugas juga menangkap wanita asal Rusia berinisial KK yang membawa 3.007 gram Hasish tersembunyi di koper, dengan tujuan pengiriman serupa menuju Bali.
- BNN tengah menyelidiki dugaan bahwa ganja impor tersebut digunakan oleh WNA untuk pesta narkoba di Bali, mengingat harga tinggi dan bentuknya berupa bunga ganja premium.
Tangerang, IDN Times - Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan pengiriman narkotika golongan I jenis ganja sebanyak 10,785 gram dari Amerika Serikat menuju Bali. Barang haram tersebut dikirim dengan menggunakan pengiriman kargo dan berhasil terdeteksi saat melalui proses pengiriman di Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan pihaknya sempat mendapatkan informasi dari Bea Cukai China terkait adanya barang kiriman mencurigakan yang sempat transit di wilayahnya.
"Atas informasi tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan dan benar ditemukan ganja narkotika golongan I sebanyak 10.785 gram yang disembunyikan dalam koper," kata Hengky, Rabu (24/6/2026).
1. Diduga, ganja tersebut dipesan untuk WNA di Bali

Hengky mengungkapkan, dari pemeriksaan yang dilakukan, diduga ganja tersebut dikirim dan dipesan oleh warga negara asing (WNA) untuk juga digunakan di kawasan Pulau Bali. Pasalnya, pengiriman ganja dari Amerika Serikat jarang dilakukan untuk pasar lokal.
"Karena memang ini bentuknya pun bunga ganja ya, bukan daunnya seperti yang biasanya ada di dalam negeri," ungkapnya.
Saat ini, kasus tersebut sudah diserahterimakan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk penyelidikan lebih lanjut.
2. Bea Cukai juga tangkap wanita paruh baya asal Rusia yang bawa Hasish 3 kg

Selain itu, pada periode Maret-Juni 2026, Bea Cukai Soetta juga menangkap seorang wanita berinisial KK (52) warga negara Rusia yang kedapatan membawa narkotika golongan I jenis Hasish atau Tetrahidrocanabinol sebanyak 3.007 gram. Hasish tersebut disembunyikan di dalam dinding koper yang dibawanya ke Indonesia dengan maskapai Thai Lion rute Thailand-Jakarta.
"Bentuknya ini seperti bongkahan-bongkahan coklat, dimasukkan ke dalam dinding koper, jadi kalau dibuka terlihat seperti tidak ada apa-apa," katanya.
Namun, setelah dilakukan control delivery hingga ke penerima, Hasish tersebut bakal dikirim ke Bali dan diduga akan digunakan juga oleh WNA di Bali.
"Kasus ini sudah diungkap bekerja sama dengan BNN," katanya.
3. BNN dalami dugaan ganja dari luar negeri digunakan untuk pesta narkoba WNA di Bali

Direktur Iterdiksi Badan Narkotika Nasional, Tery Zakiar Muslim, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah mendalami perihal peruntukan ganja dari Amerika Serikat tersebut dikirim ke Bali. Apalagi, terdapat dugaan bahwa ganja tersebut bakal disalahgunakan dan diperjualbelikan ke WNA yang tengah berlibur di Bali.
"Termasuk dugaan untuk digunakan pesta narkoba di tempat-tempat hiburan malam yang ada di Bali akan kami lakukan penyisiran juga," katanya.
Selain itu, Tery menegaskan, harga dari ganja impor tersebut terbilang lebih mahal, jika dilihat dari harga di pasaran, bunga ganja asal Amerika Serikat tersebut bisa dihargai Rp3.500.000 per gramnya.
"Kemungkinan memang ada komunitas WNA di Bali untuk penyebaran ganja impor ini ya, tapi masih kami terus selidiki," pungkasnya.

















