Pemeriksaan Arus Balik Haji di Imigrasi Bandara Soetta Cukup 3 Detik

- Imigrasi Soekarno-Hatta menerapkan sistem seamless Corridor Gate yang memungkinkan jemaah haji melewati pemeriksaan imigrasi hanya dalam tiga hingga lima detik tanpa perlu menunjukkan paspor.
- Sistem biometrik ini mempercepat arus balik jemaah haji dengan tingkat keberhasilan sekitar 90 persen, sementara sisanya dialihkan ke pemeriksaan manual karena kendala teknis pengambilan data wajah.
- Corridor Gate dinilai tiga kali lebih cepat dibanding autogate dan memberikan kenyamanan ekstra bagi jemaah, terutama lansia, setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Tangerang, IDN Times - Imigrasi Soekarno-Hatta menerapkan pemeriksaan berbasis seamless untuk arus balik jemaah haji yang melintas di Bandara Soekarno-Hatta. Pemeriksaan dengan Corridor Gate tersebut memungkinkan para jemaah haji untuk tidak perlu mengeluarkan paspor sama sekali saat pemeriksaan dokumen keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih P Kartika Perdhana, mengungkapkan, melalui teknologi seamless tersebut, jemaah haji tidak perlu lagi mengeluarkan paspor saat melewati pemeriksaan imigrasi.
"Jemaah cukup melintas dan melihat ke arah kamera pada sudut tertentu. Proses clearance hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik tanpa harus mengeluarkan paspor dari tas atau genggaman," katanya, Kamis (11/6/2026).
1. 90 persen jemaah haji berhasil melintas di Corridor Gate
Galih menjelaskan, inovasi ini menjadi salah satu upaya percepatan layanan keimigrasian bagi jemaah haji yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. "Sistem secara otomatis merekam identitas dan kedatangan jemaah ke Indonesia melalui teknologi biometrik.
Galih menuturkan, dari 10 hari masa kepulangan jemaah haji yang telah tiba di Bandara Soetta, Corridor Gate terbukti efektif mempercepat proses kedatangan jemaah haji. Hingga hari ini, tingkat keberhasilan sistem tersebut mencapai sekitar 90 persen.
"Sedangkan 10 persen sisanya menggunakan pemeriksaan manual pada counter imigrasi akibat kendala teknis yang terjadi saat proses pengambilan data biometrik," ujar kata Galih.
Menurut Galih, teknologi tentu memerlukan penyempurnaan dari waktu ke waktu. Saat ini success rate-nya sekitar 90 persen. "Untuk yang belum berhasil, kami langsung arahkan ke konter manual yang berada di dekat Corridor Gate agar tidak mengganggu antrean jemaah lainnya," kata Galih.
2. Selain cegah antrean, Corridor Gate juga memudahkan jemaah haji lansia

Galih mengatakan teknologi Corridor Gate dihadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah haji yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Apalagi, tahun ini banyak jemaah haji lansia yang berangkat.
"Setelah menempuh penerbangan sekitar sembilan jam, kami tidak ingin jemaah haji menghabiskan waktu terlalu lama untuk proses pemeriksaan keimigrasian," ujar Galih.
3. Corridor Gate lebih cepat dibanding autogate
Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengatakan sebagian besar kendala terjadi karena posisi atau sudut wajah pengguna belum tertangkap kamera secara optimal saat melewati koridor pemeriksaan.
"Biasanya karena angle wajah yang ditampilkan kurang tepat sehingga tidak terbaca oleh sistem. Ini murni persoalan teknis dan bukan kendala yang signifikan karena langsung dapat ditangani melalui pemeriksaan manual," katanya.
Dibandingkan dengan auto gate yang selama ini digunakan di bandara internasional, Corridor Gate dinilai jauh lebih cepat. Jika auto gate memiliki standar layanan maksimal 15 detik per orang, sistem seamless hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik.
"Artinya prosesnya bisa lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan auto gate. Ini sangat membantu dalam mengurai antrean, terutama saat kedatangan jemaah haji dalam jumlah besar," ujar Jerry.
Galih menambahkan, Imigrasi Soekarno-Hatta akan terus melakukan evaluasi terhadap 10 persen kasus yang masih memerlukan pemeriksaan manual guna meningkatkan tingkat keberhasilan sistem. Ke depan, teknologi Corridor Gate tidak hanya berpotensi digunakan untuk melayani jemaah haji, tetapi juga dapat diterapkan bagi jemaah umrah maupun kategori penumpang internasional lainnya.
"Saat ini masih kami fokuskan untuk jemaah haji. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya dapat diterapkan untuk umrah maupun penumpang lainnya. Jika memang dibutuhkan, penambahan unit Corridor Gate juga akan kami usulkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi," kata Galih.


















