Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BBMKG: Musim Kemarau di Tangerang Raya Berlangsung hingga Oktober 2026

Kota Tangerang Selatan
BBMKG: Musim Kemarau di Tangerang Raya Berlangsung hingga Oktober 2026
Warga Tangsel terpaksa mencuci pakaian di Sungai Cisadane akibat kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Share Article

Tangerang, IDN Times – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprediksi musim kemarau di wilayah Tangerang Raya akan berlangsung hingga Oktober 2026. Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, musim kemarau yang terjadi pada periode Juli hingga Oktober merupakan kondisi yang normal. Namun, pada tahun ini potensi kekeringan diperkirakan lebih tinggi karena dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif.

“Berdasarkan informasi yang kami pantau, prediksi musim kemarau untuk wilayah Tangerang Raya berlangsung kurang lebih hingga bulan Oktober 2026 dengan puncak musim kemarau diprediksi pada bulan Agustus,” kata Hartanto, Jumat (24/7/2026).

1. Kekeringan dampak fenomena El Nino

Ilustrasi kekeringan ekstrem
Ilustrasi kekeringan ekstrem (unsplash.com/Oleksandr Sushko)

Hartanto menjelaskan, penguatan intensitas kekeringan menjadi salah satu dampak dari fenomena El Nino yang terjadi tahun ini.

“Kondisi musim kemarau ini memang wajar terjadi pada Juli hingga Oktober. Adapun intensitas menguatnya kekeringan juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang aktif pada tahun ini,” ujarnya.

2. Warga waspada kebakaran lahan

Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Kekeringan dan Krisis Air Bersih (pexels.com/Pyae Phyo Aung)

BBMKG mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mulai menyiapkan cadangan air untuk mengantisipasi potensi kekeringan selama musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Hartanto juga mengingatkan para petani agar menyesuaikan waktu maupun pola tanam dengan ketersediaan air sehingga dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More