Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Dapur Penjara, Mantan Napi Rutan Serang Menata Lembaran Baru

Kota Serang
Dari Dapur Penjara, Mantan Napi Rutan Serang Menata Lembaran Baru
S saat menjalani rutinitas memasak di dapur Rutan Serang (Dok. Humas Rutan)
Intinya Sih
  • Seorang napi menata hidup sebelum bebas

  • Dapur menjadi langkah awalnya sebelum bebas

  • Menyiapkan makanan di dapur membantu mengubah pandangan hidupnya

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serang, IDN Times – Bagi sebagian orang, dapur hanyalah tempat memasak. Namun bagi S, seorang mantan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Serang, dapur menjadi ruang belajar untuk membangun kembali harapan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri setelah menjalani masa pidana.

Setiap pagi saat aktivitas rutan dimulai, S sudah berada di dapur. Bersama warga binaan lainnya, ia menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga memastikan ribuan porsi makanan tersaji tepat waktu untuk seluruh penghuni rutan.

1. Dapur mengubah cara pandang agar hidup lebih baik

S saat menjalani rutinitas memasak di dapur Rutan Serang (Dok. Humas Rutan)
S saat menjalani rutinitas memasak di dapur Rutan Serang (Dok. Humas Rutan)

Rutinitas itu bukan sekadar pekerjaan. Di balik masakan yang mengepul, tersimpan proses pembinaan yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

"Dapur mengajarkan saya banyak hal. Saya belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai setiap proses. Saya merasa tetap bisa bermanfaat bagi orang lain meskipun sedang menjalani masa pidana," ujar S, Sabtu (25/7/2026).

2. Selama menjalani hukuman S aktif mengikuti program pembinaan tata boga

S dan sejumlah napi lain saat dinyatakan bebas dari penjara  (Dok.Humas Rutan)
S dan sejumlah napi lain saat dinyatakan bebas dari penjara (Dok.Humas Rutan)

Selama menjalani pembinaan di Rutan Kelas IIB Serang, S aktif mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang tata boga. Program tersebut merupakan bagian pembinaan pemasyarakatan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

Bagi S, kesempatan mengikuti pembinaan menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mengaku perlahan mampu menghilangkan rasa putus asa dan mulai menata masa depan.

Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan ketika ia memperoleh hak integrasi melalui Program Pembebasan Bersyarat. Hari kebebasannya menjadi momen yang penuh haru.

"Alhamdulillah hari ini saya bebas. Bukan dengan rasa menyesal, tetapi dengan semangat untuk membuka lembaran baru. Banyak pelajaran baik yang saya dapatkan di sini. Saya juga berterima kasih kepada bapak-bapak petugas yang telah membimbing saya dan membantu proses pembebasan bersyarat tanpa dipungut biaya sepeser pun," ucapnya sambil menahan air mata.

3. Bertekad memanfaatkan keterampilan masak

S saat menjalani rutinitas masak di dapur Rutan Serang (Dok. Humas Rutan)
S saat menjalani rutinitas masak di dapur Rutan Serang (Dok. Humas Rutan)

Bagi S, kebebasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk membuktikan bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua. Ia bertekad memanfaatkan keterampilan memasak yang diperolehnya sebagai modal untuk bekerja secara jujur dan mandiri.

"Pengalaman selama menjalani pembinaan menjadi pengingat saya bahwa perubahan hanya bisa terwujud jika seseorang mau belajar dan memperbaiki diri," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More