Harga Emas Turun, Pegadaian Tangerang Sebut Nilai Kredit Gadai Susut

- Harga emas turun dua bulan terakhir membuat nilai taksiran jaminan di Pegadaian Tangerang ikut menurun, sehingga plafon pinjaman masyarakat menjadi lebih kecil.
- Pegadaian mencatat harga emas cenderung melemah dan stagnan akibat dinamika global, termasuk isu geopolitik yang memengaruhi sentimen pasar internasional.
- Pegadaian mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi fluktuasi harga emas karena perubahan tersebut dianggap wajar dan masih bisa berbalik sesuai kondisi pasar.
Tangerang, IDN Times – Tren penurunan harga emas dua bulan terakhir mulai berdampak terhadap layanan gadai di wilayah Tangerang. PT Pegadaian mengakui kondisi tersebut berpotensi membuat nilai pinjaman yang diterima masyarakat menjadi lebih kecil dibandingkan saat harga emas berada di level tinggi.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tangerang, Agus Setiawan, mengatakan pergerakan harga emas menjadi salah satu faktor paling memengaruhi bisnis Pegadaian. Sebab, sebagian besar penyaluran kredit yang dilakukan perusahaan menggunakan emas sebagai barang jaminan.
“Kalau di Pegadaian yang berpengaruh langsung itu terkait harga emas. Kebetulan harga emas sekarang juga lagi turun. Jadi akibatnya pinjaman yang diterima masyarakat lebih rendah dari sebelumnya,” kata Agus, Rabu (24/6/2026).
1. Harga emas turun, plafon pinjaman masyarakat ikut mengecil

Agus menjelaskan, ketika harga emas turun, nilai taksiran jaminan otomatis ikut turun. Dampaknya, plafon pinjaman yang bisa dicairkan kepada nasabah menjadi lebih rendah.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pengajuan gadai baru, tetapi juga terhadap nasabah yang sebelumnya memperoleh pinjaman saat harga emas masih tinggi.
Menurut dia, penyesuaian terhadap nilai jaminan menjadi bagian dari mekanisme bisnis gadai yang mengikuti kondisi pasar.
2. Pegadaian sebut harga emas sudah melemah selama dua bulan

Agus mengatakan, pergerakan harga emas dalam dua bulan terakhir cenderung mengalami pelemahan dan bergerak stagnan. Karena itu, Pegadaian saat ini masih menunggu sentimen positif yang dapat mendorong harga emas kembali naik.
Ia menilai pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi dinamika global, termasuk perkembangan geopolitik internasional yang berdampak pada sentimen pasar.
Salah satu yang sempat memengaruhi pergerakan harga, menurut Agus, adalah munculnya sentimen terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.
3. Masyarakat diminta tidak panik menghadapi fluktuasi harga emas

Selain faktor internasional, Agus menyebut terdapat sejumlah faktor domestik yang ikut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar.
Meski begitu, Pegadaian meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan karena perubahan harga emas merupakan kondisi yang lazim terjadi.
“Imbauan kami terhadap masyarakat tidak perlu terlalu panik terhadap perubahan harga emas,” katanya.
Menurut Agus, fluktuasi harga emas dalam hitungan harian maupun mingguan merupakan hal yang wajar dan masih bisa berubah mengikuti kondisi pasar ke depan.


















