Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6.147 Kasus ISPA Tercatat di Tangsel, Jumlah Naik Dibanding Tahun Lalu
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Dinkes Tangerang Selatan mencatat 6.147 kasus ISPA hingga 24 Oktober 2026 melalui SKDR, dengan peningkatan yang dinilai belum signifikan dibanding periode sama tahun lalu.

  • Pemkot Tangsel menyatakan wilayahnya tidak terdampak asap karhutla, tetapi tetap menangani pembakaran sampah lokal, menutup penampungan ilegal, dan menjalankan penghijauan serta pengawasan pohon pelindung.

  • Kualitas udara Tangsel sempat tidak sehat; warga diminta mengurangi paparan polusi dan memeriksakan diri bila bergejala, sementara kaitannya dengan peningkatan ISPA masih memerlukan kajian lanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan mencatat 6.147 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pantauan Sabtu (24/10/2026). Meski jumlahnya mengalami sedikit peningkatan, Dinkes menyebut trennya belum signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, data tersebut diperoleh melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Menurutnya, kondisi kasus ISPA di Tangsel masih relatif sama dengan tahun sebelumnya. “Peningkatannya belum signifikan. Kondisinya masih relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Allin.

1. Dinkes ingatkan warga kurangi paparan polusi

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)

Allin mengatakan kualitas udara di Tangsel sempat berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk gangguan pada saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta mengurangi paparan polusi udara.

Dinkes juga terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah penyakit lain, termasuk diare dan demam berdarah dengue (DBD).

“Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan kesehatan. Termasuk ISPA dan Diere,” kata Allin.

Meski terdapat 6.147 kasus ISPA dan kualitas udara sempat berada dalam kategori tidak sehat, pemerintah daerah masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara kondisi kualitas udara dengan peningkatan kasus penyakit pernapasan. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rutin mencuci tangan, membatasi paparan polusi udara luar ruangan, serta menjaga daya tahan tubuh.

2. Tangsel tidak terdampak asap karhutla

ANTARA FOTO/Satgas Karhutla

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memastikan wilayahnya tidak terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun Pemkot Tangsel tetap melakukan mitigasi lingkungan karena masih ditemukan pembakaran sampah.

“Meski tidak terdampak imbas asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), tapi pihaknya tetap melakukan mitigasi lingkungan hidup. Meskipun bebas Karhutla, masih ditemukan oknum warga yang melakukan pembakaran sampah secara lokal,” ujar Benyamin.

Selain itu, Pemkot Tangsel menutup area penampungan sampah ilegal yang kedapatan melakukan pembakaran.

3. Pemkot gencarkan penghijauan

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjawab kritik artis Leony Vitria soal anggaran (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Selain menangani pembakaran sampah, Pemkot Tangsel menjalankan program penghijauan di sejumlah wilayah perkotaan. Benyamin mengatakan penanaman pohon pelindung dilakukan secara terpadu, termasuk di kawasan bantaran sungai.

“Pemkot juga melakukan pengawasan ketat terhadap pohon-pohon pelindung di Tangsel demi menjaga kualitas udara,” ucap Benyamin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article