Bina Generasi Muda, Kemenpora Dorong Kompetisi Robotik dan Coding

Kemenpora mengapresiasi Codero National Competition 2026 di Tangerang sebagai ajang robotik dan coding untuk membina penguasaan teknologi serta karakter kepemimpinan generasi muda.
Hendro Wicaksono menekankan teknologi perlu dimanfaatkan secara positif, disertai karakter yang berdampak bagi lingkungan, sebagai bekal menghadapi persaingan menuju Indonesia Emas 2045.
Kompetisi dua hari ini diikuti 450 peserta usia 4–17 tahun dari berbagai daerah, mencakup 11 cabang lomba; pemenang berpeluang diarahkan ke ajang robotik lebih tinggi.
Tangerang, IDN Times – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi penyelenggaraan Codero National Competition 2026 yang menjadi ajang kompetisi robotik dan coding bagi generasi muda. Kompetisi tersebut digelar di Mall @Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (24/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Hendro Wicaksono, menilai kompetisi robotik dan coding penting untuk membina generasi muda agar mampu menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter positif.
1. Kemenpora nilai robotik dan coding strategis

Kemenpora Dorong Kompetisi Robotik dan Coding untuk Bina Generasi Muda (IDN Times/Muhamad Iqbal) Hendro mengatakan, perkembangan digitalisasi membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk hal-hal positif.
“Kami dari Kemenpora tentunya mengapresiasi kegiatan ini. Langkah ini sangat strategis dalam membina generasi muda agar tidak hanya menguasai teknologi modern, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang tangguh dan berdampak positif di era digitalisasi yang kian pesat,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
2. Peserta diingatkan tak hanya fokus pada teknologi

Kemenpora Dorong Kompetisi Robotik dan Coding untuk Bina Generasi Muda (IDN Times/Muhamad Iqbal) Menurutnya, penguasaan teknologi juga menjadi salah satu bekal bagi generasi muda Indonesia untuk menghadapi persaingan internasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Hal seperti ini sangat kita dukung, karena membentuk para anak bangsa yang siap bersaing untuk nantinya menuju Indonesia Emas. Robotik ini juga kan bentuk dari e-Sport,” katanya.
Hendro berharap, kompetisi seperti ini tidak hanya menghasilkan anak muda yang memiliki kemampuan teknologi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga agar perkembangan teknologi tetap diimbangi dengan pembentukan karakter generasi muda.
“Pesan Pak Menteri seperti ini ‘robot-robot bagus, tapi karakternya pemuda jangan sampai melulu keasikkan terhadap diri sendiri, tapi bagaimana dia bisa berdampak positif,’. Sehingga dari pesan itu maka diperlukan kompetisi seperti ini, jadi mereka dapat berkembang,” katanya.
3. Diikuti 450 peserta dari sejumlah daerah

Kemenpora Dorong Kompetisi Robotik dan Coding untuk Bina Generasi Muda (IDN Times/Muhamad Iqbal) Sementara itu, Head of Marketing and Growth Codero, Jesslyn Catherine mengatakan, Codero National Competition 2026 diikuti 450 peserta dari sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah peserta berasal dari Banjarmasin, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga wilayah Jabodetabek.
“Kompetisi ini diikuti oleh 450 dengan 11 cabang lomba yang memang setiap tahun ada, dan kegiatan ini diselenggarakan 2 hari, sampai 25 Oktober 2026,” katanya.
Peserta juga berasal dari sejumlah sekolah di Tangerang Selatan yang memiliki pembelajaran robotik dan coding.
Jesslyn mengatakan, penyelenggara turut mengundang peserta dari berbagai sekolah dengan dukungan Dinas Pendidikan. Kompetisi tersebut juga memiliki kategori usia yang cukup beragam, mulai dari anak usia 4 tahun hingga 17 tahun.
“Kita banyak mengundang peserta dari sekolah lain dan tadi dibantu Dinas Pendidikan sehingga kompetisi ini tingkatannya nasional. Kami juga adakan kategori usia mulai 4 tahun sampai 17 tahun,” jelasnya.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan teknologi sejak dini melalui kompetisi.
Tidak berhenti pada kompetisi nasional, para pemenang Codero National Competition nantinya berpeluang disalurkan ke ajang robotik tingkat lebih tinggi.
Jesslyn mengatakan para pemenang dapat diarahkan untuk mengikuti kompetisi seperti World Robotic Indonesia maupun World Robotic Olympiad yang penyelenggaraannya mencakup kawasan Asia.
“Biasanya kalau yang sudah jadi pemenang di sini kita akan salurkan lagi untuk ke (misalnya) World Robotic Indonesia kayak gitu atau World Robotic Olympiade, jadi itu yang biasanya diadakannya di Asia,” ungkapnya.



















