Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Sisir hingga Bengkulu
Kapal Basarnas sisir perairan Selat Sunda cari 8 orang hilang (Dok. Khaerul Anwar)
  • Tim SAR gabungan memasuki hari kedelapan pencarian delapan orang hilang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat, di perairan Selat Sunda.
  • Pencarian diperluas hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano untuk mengantisipasi korban atau material speedboat terbawa arus jauh dari lokasi hilang kontak.
  • Sebanyak 3.962 mil laut persegi disisir melalui lima sektor menggunakan kapal berbagai unsur dan dua drone thermal, di tengah angin 10–20 knot serta gelombang hingga 3,5 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026), penyisiran dilakukan hingga wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.

Delapan orang tersebut terdiri tiga kru speedboat, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai guide. Sementara lima lainnya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

1. Hari kedelapan sisir hingga Bengkulu

Kapal Basarnas sisir perairan Selat Sunda cari 8 orang hilang (Dok. Khaerul Anwar)

Perluasan pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban maupun material dari speedboat terbawa arus dan bergerak jauh dari lokasi awal hilang kontak.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten telah melakukan pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu untuk membantu melakukan monitoring di wilayah pesisir Bengkulu hingga Pulau Enggano.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian hari kedelapan kembali diperluas dengan membagi wilayah laut ke dalam lima sektor.

“Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya. Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” ujar Al Amrad.

2. Total luas wilayah yang disisir hari ini

Masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian di Pulau Sekitar Krakatau (Dok. Relawan)

Total luas wilayah laut yang disisir mencapai sekitar 3.962 mil laut persegi. Pencarian melibatkan sejumlah kapal Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya.

Sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi disisir KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Kemudian sektor C dengan luas 825 mil laut persegi disisir KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit. Sementara sektor D seluas 872 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang.

Adapun sektor F dengan luas 459 mil laut persegi dilakukan oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.
Pencarian dari udara turut diperkuat dengan dua unit drone thermal Basarnas. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu memantau area pencarian yang sulit dijangkau melalui penyisiran laut.

Al Amrad mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memperbesar peluang menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Seluruh unsur yang terlibat diminta tetap mengutamakan keselamatan personel selama melaksanakan operasi, dengan memperhatikan perkembangan cuaca, kecepatan angin, tinggi gelombang, serta hasil evaluasi pencarian di lapangan,” katanya.

3. Kondisi cuaca di hari kedelapan pencarian

5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)

Kondisi cuaca di wilayah pencarian diperkirakan berawan tebal. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 hingga 20 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 3,5 meter. Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut masih terus dilakukan.

"Tim SAR gabungan kini tidak hanya menyisir perairan Selat Sunda, tetapi juga memperluas pemantauan hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban atau material yang terbawa arus," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article