Serang, IDN Times - Kemunculan dua gumuk daratan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menarik perhatian publik. Fenomena tersebut bahkan memunculkan spekulasi soal kemungkinan lahirnya gunung api baru yang disebut-sebut sebagai “cucu Krakatau”.
Namun, edukator mitigasi bencana sekaligus anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono mengatakan, fenomena tersebut belum bisa langsung disebut sebagai dua pulau baru, terlebih gunung api baru.
Menurutnya, dua gumuk daratan yang terdeteksi di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau dapat merupakan hasil akumulasi material erupsi yang mencapai perairan dangkal hingga kemudian muncul ke atas permukaan laut.
