TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Perkosa Anak Tiri, Pengusaha Alkes Kota Tangerang Divonis 8 Tahun Bui

Vonis lebih tinggi dari tuntutan Kejari Tangerang

Pelaku RMS saat meninggalkan ruangan sidang(IDN Times/Muhamad Iqbal)

Kota Tangerang, IDN Times - Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Klas I A memutuskan terdakwa kasus pemerkosaan anak tiri, RMS bersalah. Pengusaha alat kesehatan (alkes) ini dinyatakan terbukti telah memerkosa anak tirinya sendiri yang masih berusia 13 tahun.

Hakim memutuskan RMS dengan hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp100 juta dan subsider 2 bulan. Dia terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Hal itu diketahui dalam sidang kasus tersebut dengan agenda sidang putusan pada Rabu, (16/3/2022). Sidang yang dipimpin hakim ketua, Arif Budi Cahyono ini dihadiri oleh terdakwa RMS dan orang tua kandung korban beserta kuasa hukumnya.

"Terbukti secara sah membujuk anak untuk bersetubuh," ujar Arif dalam sidang.

Baca Juga: Jalan Berliku Dugaan Pemerkosaan Anak oleh Ayah Tiri di Tangerang

1. Vonis hakim itu lebih tinggi dari tuntutan Kejari Tangerang

Ilustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Keputusan hakim ini lebih tinggi satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang. Diketahui, JPU menuntut RMS dengan tujuh tahun penjara denda Rp100 juta dan subsider 2 bulan.

Arif mengatakan keputusan tersebut berdasarkan fakta persidangan dan fakta hukum. Hal ini juga dipertimbangkan dengan alat dan batang bukti yang ada.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari persidangan bahwa peristiwa ini bermula ketika RMS meminta anak tirinya untuk masuk ke dalam kamar di rumahnya. Setelah masuk, RMS memaksa korban untuk membuka semua pakaiannya.

"Peristiwa (kejadian pertama) di rumahnya (Kota Tangerang). Saat itu ibunya tidak ada dirumah, kakaknya (kakak korban) di kamarmya sedang sekolah online," katanya.

Peristiwa ini terjadi beberapa kali, juga sempat terjadi di Hotel. RMS menyetubuhi korban di dua hotel berbeda  yang berada di wilayah Pinang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

2. Korban sempat disuruh pelaku untuk meminum obat pencegah hamil

ilustrasi ibu hamil (IDN Times/Arief Rahmat)

Korban beberapa kali diiming-imingi uang jajan dan handphone android. Korban juga diminta untuk mengonsumsi obat untuk tak hamil. Salah satunya, merk Cytotec.

"Obat pereda rasa sakit. Mencegah kehamilan. Namun efeknya Akan terjadi pendarahan," kata Arif.

Terdakwa, imbuhnya, beberapa kali menanyakan kepada korban 'apakah sudah mens'. Kemudian dijawab oleh korban ''belum'. "Lalu terdakwa bilang 'jadi masih aman'," kata Arif dalam sidang.

Keputusan tersebut, kata Arif, juga dikuatkan dengan hasil visum korban. Hasil visum membuktikan terdapat kerusakan akibat benda tumpul di alat kelamin korban.

"Robekan selaput dara, akibat kekerasan benda tumpul di kemaluan korban," ungkap Arif.

Pertimbangan lainnya, kata Arif, karena korban masih di bawah umur sehingga merasa trauma serta berpotensi merusak masa depannya. "Terdakwa terbukti secara sah membujuk anak untuk bersetubuh," imbuh Arif.

Arif mengatakan masih ada kesempatan bagi RMS untuk mengajukan banding. "Masih ada upaya banding, kalau saudara (terdakwa) tidak terima," kata Arif kepada RMS pada sidang.

3. Terdakwa RMS mengajukan banding

Ilustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

Arif pun meminta RMS menyatakan sikap segera atau dalam kurun satu minggu, usai sidang putusan untuk pikir-pikir. Dia bertanya soal upaya banding tersebut. RMS pun menjawab bahwa dia akan mengajukan banding.

"Banding," kata RMS.

Kuasa Hukum korban, Fikri Abdullah mengatakan keputusan hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Artinya, hakim memandang bahwa fakta persidangan terbukti.

"Sehingga Majelis memutuskan di atas tuntutan jaksa. Tapi kami akan koordinasi dengan kejaksaan karena dari pihak terdakwa akan ajukan banding. Kami akan coba koordinasi terus dengan pihak jaksa terkait upaya hukum yang akan dilakukan oleh terdakwa," katanya.

Baca Juga: Sidang Putusaan Kasus Perkosaan Anak Tiri Pengusaha Alkes Ditunda 

Berita Terkini Lainnya