Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan mengecek lokasi yang terekam dalam video viral yang diduga menunjukkan benda mencurigakan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selasa (15/9/2026).
Pengecekan dilakukan setelah beredar video rekaman drone yang memperlihatkan benda berwarna putih dan berbentuk memanjang di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung. Benda tersebut disebut menyerupai kapal yang terbalik.
Basarnas Cek Video Benda Mencurigakan Dekat Anak Krakatau, Ini Hasilnya

1. Terekam drone wisatawan
Video itu diunggah akun Instagram @andrearamadhaan. Dalam keterangannya, Andrea menyebut rekaman tersebut diambil pada Minggu (13/9/2026). Ia mengaku baru menyadari keberadaan benda tersebut setelah diberitahu penontonnya.
"Apakah itu sebuah kapal terbalik? Saya juga bertanya-tanya," kata Andrea dalam video tersebut.
2. Hasil penelusuran Basarnas ke lokasi
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Basarnas. Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, tim SAR yang berada di KN SAR Tetuka langsung melakukan pengecekan di Sektor C, tepatnya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Personel bahkan mendekati lokasi yang dimaksud untuk memastikan benda yang terlihat dalam video tersebut.
"Menurunkan sekoci, menurunkan sea rider untuk melakukan searching dengan informasi yang didapatkan pada tanggal 13 yang beredar di Instagram," kata Amrad di Pos SAR Nasional Pantai Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).
Saat berada sekitar 500 meter dari Gunung Anak Krakatau, tim SAR juga menerbangkan drone untuk mengecek area yang disebut dalam video. Namun, setelah dilakukan penyisiran dan pengecekan dari berbagai sudut, tim tidak menemukan benda mencurigakan seperti yang terlihat dalam video viral tersebut.
"Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikan dengan informasi yang kami dapatkan. Dan setelah mereka melakukan cross-check tentang informasi tersebut, itu hasilnya nihil," ujarnya.
3. Sisir 3.962 nautical mile persegi
Pada hari kedelapan pencarian, Basarnas menyisir wilayah seluas 3.962 nautical mile persegi yang dibagi menjadi lima sektor. Penyisiran dilakukan untuk mencari keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026). Namun, hingga Selasa sore, belum ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan delapan orang tersebut.
"Hasilnya nihil," kata Amrad. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Rabu (16/9/2026).
Curated For You
- Polisi Cocokkan DNA Mayat di Bengkulu dengan Keluarga Jurnalis Hilang 15 Sep 2026, 12:11 WIB
- Tim SAR Perpanjang Pencarian Jurnalis Hilang, Harapan Keluarga Belum Padam15 Sep 2026, 02:34 WIB