Cegah Penyebaran DBD, Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Perisai

Tangerang, IDN Times - Untuk mencegah penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kota Tangerang mengembangkan aplikasi bernama Perisai. Aplikasi ini untuk mengoptimalkan penatalaksanaan penyakit tular vektor dan zoonosis di wilayah tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Mugiya Wardhany menjelaskan, aplikasi ini merupakan langkah proaktif dalam memantau data kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit yang ada di seluruh Kota Tangerang.
"Dengan aplikasi Perisai, kami dapat lebih cepat mengetahui kondisi di lapangan melalui data yang diinput oleh tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit. Sehingga penanganan akan lebih tepat sasaran," terang Mugi.
1. Puskesmas dan rumah sakit lebih mudah melaporkan temukan kasus DBD

Mugi menambahkan, puskesmas dan rumah sakit di Kota Tangerang kini bisa melaporkan temuan kasus dari pasien DBD melalui aplikasi Perisai. Selanjutnya, laporan itu akan ditindaklanjuti ke wilayah sesuai domisili pasien untuk dilakukan pencegahan penularan lebih lanjut, seperti pemeriksaan jentik untuk menentukan perlu atau tidak adanya fogging, pemberian abate, dan pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk.
“Salah satu fokus utama dari aplikasi ini adalah penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun tidak hanya itu, penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh serangga juga menjadi perhatian serius,” ujar Mugi.
2. Aplikasi ini bakal memetakan wilayah pencegahan dari laporan kasus

Tentunya hal ini merupakan langkah preventif yang diambil oleh Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang dapat membahayakan masyarakat. Terbukti, sejak dilakukan uji coba pada Januari 2024 lalu, ada 620 temuan kasus DBD di Kota Tangerang.
"Aplikasi Perisai dibangun dengan tujuan untuk memberikan data aktual terkait kondisi kesehatan, sehingga kita dapat merespons dengan cepat dan tepat terhadap potensi penyebaran penyakit," tambah Mugi.
3. Aplikasi juga bakal membuat hasil laboratorium pasien secara akurat

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tangerang, Harmayani menambahkan, pendataan dilakukan tak hanya berdasarkan laporan saja, namun juga disertai hasil laboratorium dan keakuratan di lapangan dengan dilakukan verifikasi ke wilayah.
“Tidak menutup kemungkinan selanjutnya apabila sudah dikembangkan lebih baik lagi serta dilengkapi GPS, aplikasi Perisai dapat diakses langsung oleh para kader kesehatan. Sehingga jangkauannya akan lebih luas lagi,” imbuhnya.



















