IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Siloam Hospitals Lippo Village telah berinvestasi dalam teknologi canggih dan membentuk tim ahli bedah jantung dan profesional kesehatan yang terlatih untuk menjamin keberhasilan dan keamanan prosedur ini. Infrastruktur dan sumber daya rumah sakit dilengkapi untuk menangani hal-hal yang kompleks dalam bedah jantung minimal invasive, memberikan standar pelayanan terbaik bagi pasien.
"Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua pasien bisa menjalani prosedur ini, karena tetap harus melalui skrining dokter, agar prosedur ini bisa berhasil," tuturnya.
Salah satunya yakni prosedur ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami obesitas, seperti sampai 150 kilogram. Pasalnya, pada beberapa kasus bedah invasif ini memerlukan ruang yang cukup untuk melihat kondisi sekitar jantung hanya dari lubang kecil.
"Sehingga kalau tertutup lemak yang tebal, maka dokter akan kesulitan melihat kondisi jantung di dalam, sehingga lebih baik dilakukan bedah biasa, yang dadanya dibuka," katanya.
Selain itu, pasien yang memiliki dinding dada yang tak normal seperti cekung ke dalam juga tidak bisa menjalani prosedur ini. Lalu, jika terjadi sumbatan di pembuluh darah arteri ferifer, seperti ada penyakit penyerta diabetes, gula, pembuluh darahnya pengapuran juga tidak bisa.
"Karena memerlukan abses masuk ke pembuluh darah. Lalu yang pompa jantungnya jelek, di bawah 20 persen, karena bisa sewaktu-waktu henti jantung, tetap harus dibedah biasa, jelasnya.
Untuk itu, Maulidya mengimbau untuk selalu rutin mengecek kesehatan gigi ke dokter gigi agar infeksi pada gigi tidak menjalar ke jantung.
"Rutinlah membersihkan gigi, jangan takut ke dokter gigi, dan jangan anggap tak penting kesehatan gigi karena bisa berakibat fatal," pungkasnya.