Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Kelima Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal, 8 Jam Sisir Pulau Sertung
8 Jam Menyisir Pulau Sertung, 5 Jurnalis dan 3 Kru Belum Ditemukan (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Pencarian hari kelima terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau serta Pulau Sertung masih nihil setelah penyisiran sekitar delapan jam.

  • Tim SAR Gabungan memakai KP Sanjaya 17, teropong, dan kamera termal untuk memantau laut dari Ciwandan hingga Pulau Sertung, termasuk radius tiga mil Gunung Anak Krakatau.

  • Kabut membatasi jarak pandang hingga dua-tiga mil dan angin hampir 25 knot menghambat operasi; life jacket yang ditemukan dipastikan bukan milik kapal Arupadatu 1.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandeglang, IDN Times - Pencarian hari kelima terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung belum membuahkan hasil.

Kapolda Banten Irjen Pol, Hengki mengatakan, Tim SAR Gabungan mengerahkan KP Sanjaya 17 untuk melakukan pencarian dari Pelabuhan Ciwandan menuju Pulau Sertung. Jaraknya sekitar 40 mil.

Penyisiran dilakukan dengan memantau sejumlah titik di sekitar Pulau Sertung hingga radius sekitar tiga mil dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Perjalanan kurang lebih keberangkatan kembali hampir 8 jam dan kami sudah tiba tadi. Hasil masih nihil, tidak kita jumpai di perjalanan baik dari Ciwandan menuju Pulau Sertung,” kata Hengki di Posko SAR Carita, Banten, Sabtu (12/9/2026).

1. Tim gunakan teropong hingga kamera termal

Basarnas saat melakukan pencarian 5 jurnalis (Dok. Basarnas)

Selama berada di sekitar lokasi pencarian, tim melakukan pemantauan permukaan laut menggunakan sejumlah peralatan. Selain teropong manual, petugas menggunakan kamera termal untuk mencari tanda keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal. Namun, hingga perjalanan kembali ke Pelabuhan Ciwandan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

“Kita amati semua sekitar permukaan laut yang kita laksanakan patroli di sana, monitor di sana, kita tidak menjumpai apa-apa sampai kami kembali ke Pelabuhan Ciwandan,” ujarnya.

2. Kabut dan angin kencang jadi kendala

KRI Lauser 924 TNI AL tampak dari kejauhan saat mencari speedboat yang mengangkut lima jurnalis dan tiga awak kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026).

Hengki mengatakan, kondisi cuaca di sekitar Pulau Sertung menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Jarak pandang tim disebut hanya sekitar dua hingga tiga mil karena kawasan tersebut masih diselimuti kabut. Selain itu, kecepatan angin mencapai hampir 25 knot sehingga menyulitkan pemantauan di tengah laut.

“Kecepatan angin pun menjadi kendala dalam pemantauan,” ucapnya.

Meski kondisi tersebut menyulitkan operasi, Hengki memastikan semangat Tim SAR Gabungan untuk menemukan delapan orang yang masih hilang tidak surut.

“Tapi tidak mengurangi niat tulus, semangat gerak tim semua untuk segera menemukan rekan-rekan kita,” tegasnya.

3. Life jacket yang ditemukan bukan milik korban

TNI AL menemukan life jacket di perairan Cikoneng, Anyer, Banten, pada pencarian hari ketiga speedboat yang hilang kontak mengangkut lima jurnalis dan tiga awak saat meliput Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026). (Dinas Penerangan Angkatan Laut)

Hengki juga memberikan penjelasan mengenai temuan life jacket pada hari keempat pencarian. Menurutnya, life jacket yang ditemukan pada hari keempat memiliki kemiripan dengan pelampung yang ditemukan sehari sebelumnya. Namun, berdasarkan keterangan Sandi selaku pemilik kapal Arupadatu 1, pelampung tersebut bukan perlengkapan kapal yang membawa para jurnalis dan kru.

Life jacket yang hari keempat mirip dengan yang hari ketiga. Itu berdasarkan penjelasan Bapak Sandi selaku pemilik kapal Arupadatu 1, bukan merupakan milik kapal Arupadatu 1,” ujar Hengki.

Curated For You

Editorial Team

Related Article