Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Komdigi: AI Bisa Percepat Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Komdigi: AI Bisa Percepat Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Komdigi menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan ekosistem digital dan pemanfaatan bonus demografi sebagai kekuatan utama perekonomian nasional.
  • Sonny Hendra menekankan pentingnya pembelajaran dan penerapan AI sejak usia sekolah agar teknologi ini dapat mendukung inovasi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
  • Sinar Mas Land meluncurkan mBrace di BSD City sebagai pusat kolaborasi lintas sektor untuk riset, pengembangan talenta, dan implementasi solusi AI menuju terciptanya Smart City berbasis literasi digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan perkembangan digital harus memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Hal ini karena pemerintah tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen agar bisa keluar dari 'jebakan' middle income.

"Sekarang pendapatan per kapita Indonesia adalah 4.900 USD. Untuk bisa jadi negara ini keluar dari middle income trap, kita harus tiga kali lipat," kata Sonny saat peluncuran mBrace di BSD, Kamis (16/7/2026).

1. Komdigi sebut bonus demografi jadi sumber kekuatan ekonomi Indonesia

Seorang pembicara berdiri di podium dengan latar belakang visual digital berwarna ungu dan biru di depan audiens dalam sebuah acara.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komdigi Sonny Hendra Sudaryana (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sonny menyebut, salah satu potensi yang harus terus didorong untuk bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen tersebut yakni dari adanya bonus demografi yang dinilai menjadi sumber kekuatan ekonomi Indonesia.

"Bisa convert ke real economic impact. Salah satunya yang kita lihat itu adalah digitalisasi," katanya.

Sektor ekonomi digital dinilai memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dibandingkan sektor konvensional, sehingga berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pihaknya juga merilis, sekitar 80 persen nilai ekonomi digital yang tercipta di Indonesia masih dinikmati oleh platform global.

"Ekonomi digital harus tumbuh maksimal, tapi value-nya jangan dibawa keluar, sehingga kita ada strategi untuk menguatkan itu," jelasnya.

Selain itu, strategi yang dilakukan yakni pertama adalah fondasi, kompetensi konektivitas, patuh terhadap regulasi, Lalu, terkait skill, kompetensi, talent development.

"itu adalah fondasi kalau kita mau masuk ke sini. Dan berikutnya, aplikasi, teknologi, informasi," jelas dia.

2. Perkembangan AI juga harus dimanfaatkan dan dipelajari sedari usia sekolah

Seorang pria berbicara di atas panggung dengan latar belakang ungu bertema teknologi dan podium bertuliskan MBrace.
CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Untuk itu, Sonny menuturkan, adanya perkembangan digital termasuk Kecerdasan Artifisial atau Artificial Inteligence (AI) seharusnya telah mulai dipelajari sejak anak sekolah sehingga akan bisa berkembang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan aturan yang ada.

"Sehingga, nantinya AI ini bisa membantu mendukung perkembangan ekonomi Indonesia, termasuk penerapannya dalam sebuah kota mandiri," ungkapnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Sinar Mas Land melalui Digital Hub meluncurkan mBrace (Make BSD Research AI Center of Excellence) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku ekosistem AI dalam mendorong inovasi, penelitian, pengembangan talenta, serta implementasi solusi AI yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

"Kami percaya bahwa kemajuan AI tidak dapat dicapai satu pihak saja, melalui mBrace, kami ingin menjadi rumah sekaligus titik temu bagi berbagai pelaku ekosistem AI untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kolaboratif dan melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri, terutama perekonomian," kata CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap.

3. Smart City juga bisa dicapai jika literasi AI telah baik

Dua pria berbicara dalam konferensi pers peluncuran mBrace di BSD City dengan latar belakang ungu bertuliskan mBrace.
Peluncuran mBrace di BSD City (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Pada tahap awal pengembangannya, mBrace akan berfokus pada empat program utama, yaitu Innovation and Research and Development (R&D), AI Technology Showcase, AI Knowledge Development, serta AI Business Matching, sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI di BSD City. 

Nantinya, bakal ada perusahaan yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah tingkat menengah di sekitar BSD City untuk mengenalkan literasi mengenai AI. Diharapkan, AI akan mulai dikenal, dipelajari, dan dikuasai sejak tingkat sekolah menengah untuk hal-hal positif.

"Kita tahu bahwa saat ini tingkat literasi AI masih belum baik di Indonesia, banyak AI yang digunakan untuk hal-hal melanggar hukum, padahal untuk hal-hal lain yang positif dalam kehidupan masyarakat juga banyak yang bisa dibantu dengan AI," katanya.

Ia berharap, dengan adanya mBrace ini, masyarakat di sekitar BSD City juga bisa menyambut adanya perkembangan AI dengan positif dan bisa memanfaatkannya untuk memudahkan aktivitas harian masyarakat.

"Karena Smart City juga harus dibangun dengan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya, bukan hanya teknologinya saja," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Banten

See More