Gedung Bawaslu RI (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)
Sementara itu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel pun siap mengawasi selama tahapan proses coklit data pemilih dilaksanakan. "Maka secara simbolis tadi kita berikan APD, sampai multivitamin," kata Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep.
Ia jelaskan, jumlah data yang akan dicoklit oleh KPU itu sebanyak 1.380.662 orang. Apakah orang tersebut masih hidup atau sudah meninggal, berusia 17 tahun, apakah sudah ada yang menjadi anggota TNI atau Polri, atau yang sudah menjadi pensiunan.
Jadi coklit itu untuk memastikan pemilih di Pilkada 2020. Acep bilang, di masa pandemik Covid-19 ada dua hal yang mesti diperhatikan lembaga penyelenggara pemilu. Peraturan KPU menyebutkan setiap tahapan memperhatikan protokol kesehatan dan Bawaslu harus mengikuti prosedurnya.
"Yang mana setiap PPDP dipastikan tidak hanya mendatangi rumah penduduk, untuk dilakuk coklit. Tetapi juga harus memakai masker, pelindung wajah (face shield), membawa hand sanitizer serta menggunakan sarung tangan.
Menurut Acep, jadi ingin memastikan ada dua yang diawasi Bawaslu. Pertama coklitnya, dan kedua tentang penyebaran COVID-19.