Comscore Tracker

Berburu Takjil Ketan Bintul, Makanan Favorit Sultan Banten

Menu takjil yang paling diburu warga saat ngebuburit

Serang, IDN Times - Ketan bintul merupakan makanan khas Banten. Bagi sebagian warga Banten, ketan bintul merupakan salah satu makanan yang tidak asing lagi saat Ramadan tiba. Sebab, makanan favorit sultan Banten ini hanya muncul selama bulan Ramadan.

Makanan dengan bahan dasar ketan yang disiram dengan kuah semur daging ini sangat digandrungi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Baca Juga: Vaksinasi COVID-19 Saat Ramadan di Banten Tetap Dilakukan Siang Hari

1. Ketan bintul menjadi target pemburu takjil saat ngebuburit

Berburu Takjil Ketan Bintul, Makanan Favorit Sultan BantenDok. Instagram/Ekplore Serang

Ketannya yang lembut dan gurih menjadikan makanan ini paling banyak diburu warga untuk dijadikan menu favorit berbuka puasa. Jika kamu ingin berburu kuliner satu ini, kamu bisa menemukan penjual makanan ini di Pasar Lama Kota Serang atau di pinggir jalan protokol Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Serang.

"Pasti selalu ramai diburu masyarakat yang lagi ngabuburit (jalan-jalan sore)," kata Fauzi salah satu pegiat makanan tradisional Banten, Rabu (14/4/2021).

2. Bahan dasar ketan bintul

Berburu Takjil Ketan Bintul, Makanan Favorit Sultan BantenDok. Instagram/Asriah

Bahan dasar untuk membuat ketan bintul tidak sulit, yaitu ketan, daging sapi atau kerbau, santan dan bumbu lainnya. "Ditambahkan kuah semur daging untuk penyajiannya agar terasa lebih gurih," katanya.

Ketan bintul merupakan makanan perpaduan antara irisan ketan putih yang ditaburi serundeng berupa kelapa parut yang disangrai dengan rempah-rempah. Oleh warga Kota Serang, ketan bintul biasanya disajikan dengan kuah rendang daging sapi dan kerbau.

"Keunikan dari ketan bintul hanya diproduksi setahun sekali atau pada bulan puasa saja. Sedangkan pada hari biasa makanan ini tidak diproduksi," katanya.

3. Harganya relatif cukup murah

Berburu Takjil Ketan Bintul, Makanan Favorit Sultan BantenDok. Instagram/Mang Mamad

Terpisah, Ibu Asriah salah satu pedagang ketan bintul di Pasar Lama menuturkan, satu porsi berisi 12 potong ketan bintul dan satu bungkus rendang sapi dijual dengan harga Rp 25.000. Meski dalam pandemik COVID-19 ketan bintul tetap ramai diserbu warga.

Dalam setiap hari selama bulan Ramadan penjualan ketan bintul bisa mencapai 20 tetampah, 1 tetampah berisi 35 bungkus.

"Sedangkan untuk daging sapi dan kerbau, biasanya menghabiskan kurang lebih hingga 35 kilo per hari," katanya.

Baca Juga: 3 Tradisi Ini Sering Dilakukan Warga Tangerang Sambut Ramadan

Topic:

  • Khaerul Anwar
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya