Pemudik Jawa–Sumatra VIa Laut Diprediksi Naik 9,3 Persen Tahun Ini

- Jumlah pemudik Jawa–Sumatra via laut tahun 2026 diprediksi naik 9,3 persen dibanding tahun lalu, dengan lonjakan terbesar pada pengguna kendaraan roda dua dan mobil keluarga.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026, dipengaruhi kebijakan Work From Anywhere serta libur dan cuti bersama yang lebih panjang dari pemerintah.
- ASDP mengimbau pemudik agar tidak bepergian di waktu bersamaan dan memastikan kondisi kendaraan serta fisik tetap prima demi perjalanan aman dan lancar.
Serang, IDN Times - Jumlah pemudik Lebaran 2026 yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatra melalui pelabuhan di Provinsi Banten diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan kenaikan pemudik tahun ini diproyeksikan mencapai 9,3 persen dibandingkan periode yang sama pada arus mudik Lebaran 2025.
“Contohnya di H-7 ini, sudah terjadi peningkatan khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dan kendaraan keluarga. Untuk proyeksi tahun ini, kami memperkirakan ada kenaikan sebesar 9,3 persen untuk wilayah penyeberangan dibanding tahun lalu,” kata Heru saat meninjau posko layanan tiket kapal di KM 43 tol Tangerang-Merak, Minggu (15/3/2026).
Untuk diketahui, penyeberangan dari Jawa ke Sumatra dilayani melalui tiga pelabuhan di Banten, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
1. Peningkatan mulai terlihat sejak H-10 Lebaran

Heru menjelaskan, peningkatan jumlah pemudik sebenarnya sudah terlihat sejak H-10 hingga H-7 Lebaran. Namun, lonjakannya masih belum terlalu signifikan.
“Peningkatan tersebut masih didominasi oleh kendaraan kecil atau kendaraan keluarga, lalu disusul oleh kendaraan roda dua dan bus,” ujarnya.
Secara keseluruhan, hingga saat ini peningkatan trafik kendaraan yang menyeberang masih berada di kisaran lima persen.
“Sejauh ini peningkatannya masih relatif aman, sekitar 5 persen,” katanya.
2. Puncak arus mudik diprediksi 18–19 Maret

ASDP memprediksi puncak arus mudik di lintasan Jawa–Sumatra akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Menurut Heru, pola mudik tahun ini kemungkinan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah serta periode libur dan cuti bersama yang lebih panjang.
“Kemungkinan Lebaran kali ini berbeda. Karena adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah, lalu libur dan cuti bersama yang diperpanjang, masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih leluasa untuk melakukan perjalanan,” katanya.
3. Pemudik diminta tidak bepergian di waktu yang sama

ASDP mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik pada hari dan jam yang sama guna menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan.
“Manfaatkan waktu yang panjang ini karena adanya kebijakan cuti bersama yang fleksibel,” kata Heru.
Selain itu, pemudik juga diminta mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik sebelum melakukan perjalanan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi sehat, fisik yang prima, sehingga mudik dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan selamat,” katanya.
















