Tak Dukung Kebijakan Diskon Tiket, Menhub Sentil Travel Agen Online

- Menhub Dudi menegur agen travel online yang belum mendukung kebijakan diskon tiket lebaran, setelah menerima keluhan calon penumpang soal harga tiket pesawat yang masih tinggi di Bandara Soekarno-Hatta.
- Dudi mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket arus balik secara mendadak karena bisa menyebabkan harga melonjak, serta menyoroti pentingnya ketepatan waktu penerbangan maskapai selama periode mudik.
- InJourney Airports mencatat 1,53 juta penumpang di 37 bandara selama tiga hari angkutan lebaran 2026, naik 14 persen dari tahun sebelumnya berkat program potongan tarif dan peningkatan penerbangan domestik.
Tangerang, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudi Purwagandhi memantau pelaksanaan angkutan lebaran di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Senin (16/3/2026). Menhub Dudi sempat menyentil online travel agent yang dinilai tak mendukung kebijakan diskon tiket transportasi, khususnya pesawat saat angkutan lebaran 2026.
"Kami berharap kalau online travel agent bisa medukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Sehingga kebijakan itu bisa sampai ke masyarakat," kata Menhub Dudi.
1. Menhub Dudi mendapat keluhan dari calon penumpang di Bandara Soetta

Menhub Dudi mengungkapkan, hal tersebut didapatkan berdasarkan pemantauan dan wawancara langsung ke calon pemudik yang ada di Bandara Soekarno-Hatta. Pantauan IDN Times di lokasi, Menhub Dudi mendapat keluhan dari beberapa calon penumpang yang mengaku mendapatkan harga tiket mahal yang dipesan dari agen travel online. Hal tersebut, kata Dudi akan menjadi evaluasi kepada seluruh stakeholder penerbangan.
"Nanti akan bicara dengan stakeholder terkait, seperti airline, pelaku wisata, dan lainnya, supaya kami bisa benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Menhub Dudi menegaskan, pemerintah telah memberikan kebijakan stimulus diskon tiket transportasi selama angkutan lebaran, yakni potongan pajak ditanggung pemerintah, bahan bakar Avtur, dan lainnya. Dengan itu, masyarakat bisa menikmati potongan 17 sampai 18 persen.
"Namun dalam pelaksaannya saya lihat tadi, masyarakat ada yang bisa menikmati sampai 20 persen, namun demikian, saya tadi melakukan verifikasi ke penumpang seperti pembeliannya," katanya.
2. Menhub Dudi minta masyarakat tak membeli tiket dadakan

Menhub Dudi juga meminta masyarakat untuk tidak memesan tiket arus balik secara mendadak untuk menghindari adanya kenaikan tiket signifikan, meskipun stimulus diskon telah diberikan pemerintah untuk tiket pulang-pergi untuk tanggal perjalanan 13 sampai 28 Maret 2026.
"Ada yang begitu, karena mesennya sudah mendekati. Jadi mahalnya juga ketersediaan seat yang kami berikan. Stimulus kan diberikan untuk seat ekonomi, ekonomi abis, perjalanan mepet, jadi belinya bisnis dan mahal," katanya.
Selain harga tiket, Menhub Dudi juga menyoroti perihal ketepatan waktu penerbangan Dia menyontohkan maskapai Citilink yang cukup baik. Meski begitu, masih terdapat satu jadwal yang tertunda.
"Kalau bisa 100 persen. Karena 1 itu bisa mengganggu, jangan sampai yang 1 itu jadi nila setitik. Seolah, Citilink sudah berupaya terbaik, karena ada 1 yang delay jadi yang 1 ini jadi bahan perbincangan," katanya.
3. Ada 1,53 juta penumpang sepanjang angkutan lebaran di Bandara Soetta

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi memaparkan, jumlah pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara InJourney Airports pada 3 hari penyelenggaraan angkutan lebaran, yakni 13 - 15 Maret 2026 mencapai 1,53 juta penumpang. Angka ini naik signifikan sekitar 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada angkutan lebaran 2025 sebanyak 1,34 juta.
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat hingga 9,5 persen menjadi sekitar 11.321 penerbangan dari periode sebelumnya pada tahun 2025, yakni sebesar 10.327 penerbangan.
”Peningkatan ini didorong melesatnya penerbangan domestik sejalan dengan tradisi mudik masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di daerah asal," jelasnya.
Adapun InJourney Airports mendukung program penurunan harga tiket pesawat ini dengan memotong tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Tarif PJP2U merupakan tarif atas pelayanan Jasa Kebandarudaraan yang dititipkan dalam tiket pesawat, sehingga potongan harga sebesar 50 persen terhadap tarif PJP2U akan memengaruhi nominal harga tiket pesawat.
"Di samping itu, program penurunan harga tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi yang dicanangkan pemerintah juga berkontribusi terhadap peningkatan trafik penerbangan,” ujar Mohammad R. Pahlevi.

















