Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadi Penyumbang Pengangguran, Jurusan Ini di SMK Banten Dihapus

Jadi Penyumbang Pengangguran, Jurusan Ini di SMK Banten Dihapus
Siswa SMK saat praktik kerja di bidang industri perkeretaapian. IDN Times/Mohamad Ulil Albab
Intinya Sih
  • Pemprov Banten berencana menghapus jurusan SMK yang dianggap jenuh seperti sekretaris, ketatausahaan, akuntansi, dan TKJ karena dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri.
  • Pemerintah daerah akan mengganti jurusan lama dengan program keahlian baru berbasis keterampilan teknis tinggi seperti pengelasan, yang memiliki peluang kerja besar hingga ke luar negeri.
  • Sektor kuliner dan industri di kawasan Cilegon serta Tangerang juga menjadi fokus pengembangan jurusan baru agar lulusan SMK lebih mudah terserap dunia kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana mengurangi hingga menghapus sejumlah jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri dan menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran lulusan vokasi.

“Jurusan-jurusan yang jenuh itu seperti sekretaris, ketatausahaan, termasuk akuntansi dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Itu sekarang sudah terlalu banyak dan jadi penyumbang pengangguran,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaluddin pada Jumat (8/5/2026).

1. Semua jurusan itu dievaluasi hingga diganti dengan yang lebih sesuai kebutuhan industri

Ilustrasi siswa SMK
Sumber Gambar: smkn9pandeglang.sch.id

Menurutnya, jurusan-jurusan tersebut akan dievaluasi dan bisa saja dihapus. Pemprov Banten akan menggantinya dengan program keahlian yang lebih sesuai kebutuhan industri.

“Nanti jurusan-jurusan jenuh itu akan kita evaluasi, kita kurangi, bahkan bisa kita hilangkan. Kita ganti dengan jurusan yang lebih produktif,” ujarnya.

2. Pemprov Banten bakal buat jurusan baru berbasis keterampilan

Ilustrasi sekolah tatap muka (IDN Times/Silviana)
Ilustrasi sekolah tatap muka (IDN Times/Silviana)

Pemprov Banten kini mulai mendorong penguatan jurusan berbasis keterampilan teknis dengan tingkat penyerapan tenaga kerja tinggi, seperti bidang pengelasan atau welding.

Jamaluddin menyebut kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut masih sangat besar, termasuk untuk pasar luar negeri.

“Ada kebutuhan ratusan ribu tenaga kerja untuk bidang pengelasan. Bahkan ada pengelasan kapal sampai pengelasan bawah air yang gajinya bisa mencapai Rp20 juta sampai Rp30 juta di Jepang,” katanya.

3. Sektor kuliner dinilai punya prospek besar

Ilustrasi SMKN 9 Kota Bandung (IDN Times-Azzis Zulkhairil)
Ilustrasi SMKN 9 Kota Bandung (IDN Times-Azzis Zulkhairil)

Selain itu, sektor kuliner juga dinilai memiliki prospek besar dan terus membutuhkan tenaga kerja terampil.

Evaluasi jurusan SMK juga disesuaikan dengan kebutuhan kawasan industri di Banten, terutama di wilayah Cilegon dan Tangerang yang banyak membutuhkan tenaga kerja teknis spesifik untuk industri kimia dan manufaktur berat.

“Intinya, kami ingin lulusan SMK itu terserap industri dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More