Menang Tipis, Unhas Maju Semifinal Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026

- Universitas Hasanuddin mengalahkan Universitas Udayana 239-238 pada perempat final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026, Selasa (4/8/2026), dan melaju ke semifinal sebagai juara bertahan.
- Debat bertema ekonomi kreatif dan masa depan Gen Z membahas dampak media sosial; Unud menilai platform digital memperluas pasar, meningkatkan penjualan, serta mendorong pengembangan produk lewat masukan konsumen.
- Unhas berargumen algoritma dan biaya platform membatasi ruang kreator serta membebani usaha kecil, termasuk melalui tren viral yang memengaruhi industri musik dan kreativitas musisi.
Tangerang, IDN Times – Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan langkah ke babak semifinal Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 setelah mengalahkan Universitas Udayana (Unud) dengan selisih nilai sangat tipis pada perempat final, Selasa (4/8/2026).
Sebagai juara bertahan, Unhas mengamankan kemenangan dengan 239 poin, unggul satu angka dari Unud yang mengumpulkan 238 poin.
1. Adu argumen soal dampak media sosial terhadap ekonomi kreatif

Laga perempat final mengangkat tema “Ekonomi Kreatif dan Masa Depan Gen Z” dengan mosi “Dampak Media Sosial bagi Ekonomi Kreatif, Mengembangkan atau Mengekang Kreativitas Gen Z?”
Tim Unud yang beranggotakan I Putu Wirajaya Mahardika, Ni Komang Yuli Friani, dan Ni Ketut Deswita Krismayanti bertindak sebagai tim pro.
Sementara itu, tim kontra diwakili Unhas yang diperkuat Rayyan Naufal Rizky selaku ketua tim bersama Maryam Manuela Suitela dan Muhammad Sahrul.
2. Unud: Media sosial membuka pasar dan mendorong inovasi

Tim pro berpendapat media sosial telah memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan penjualan produk. Menurut mereka, platform digital tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk melalui masukan konsumen.
“Media sosial adalah platform untuk berkembang, bukan pengekangan,” ujar tim pro.
Mereka juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilai menunjukkan perkembangan media sosial berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif.
3. Unhas nilai algoritma justru membatasi kreativitas

Di sisi lain, tim kontra dari Unhas menilai peningkatan penjualan tidak selalu sejalan dengan berkembangnya kreativitas. Mereka berargumen algoritma media sosial membuat kreator harus mengikuti tren agar tetap relevan, sehingga ruang berekspresi menjadi semakin terbatas.
“Bertahan di media sosial memperkecil margin bagi pelaku usaha kecil, namun kerja kreatif perlu modal yang besar,” kata tim kontra.
Tim Unhas juga menyoroti keberadaan platform fee yang dinilai menambah beban pelaku usaha kecil. Mereka menyontohkan industri musik yang kini dipengaruhi algoritma media sosial. Menurut tim kontra, kebiasaan pendengar yang hanya menikmati bagian lagu yang viral membuat kreativitas musisi ikut terdampak.
Perdebatan yang berlangsung ketat membuat kedua tim hanya terpaut satu poin pada akhir pertandingan. Hasil tersebut mengantarkan Universitas Hasanuddin melaju ke semifinal sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026.




















