Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengaku Imam Mahdi, Pemuda di Serang Ini Punya Perguruan

Kota Serang
Mengaku Imam Mahdi, Pemuda di Serang Ini Punya Perguruan
Dok. Warga
Share Article

Kota Serang, IDN Times - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan pemuda asal Taktakan, Kota Serang bernama Muhammad Latif yang mengaku sebagai Imam Mahdi telah mendirikan sebuah perguruan dan memiliki pengikut.

Pengikutnya berjumlah sebanyak tujuh orang tersebar di Kota Serang, Bandung, Jawa Barat hingga Kalimantan.

  1. 1. Perguruan Muhammad Latif dinamakan Naga Derajat

    Dok. Polres
    Dok. Polres

    Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin menyebut, perguruan yang didirikan oleh pemuda berumur 24 tahun itu bernama Perguruan Naga Derajat. Lokasinya berada di rumah kedua orangtua Latif. Mereka aktif melakukan pertemuan sebelum kasus ini terungkap.

    MUI, kata Amas, masih mendalami ajaran sesat yang dilakukan oleh pemuda lulusan sekolah STM tersebut.

    "Perguruannya mengajarkan persilatan, ilmu gaib atau mempelajari semacam ilmu indigo," kata Amas saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

  2. 2. Sudah dua tahun, Latif meyakini diri sebagai Imam Mahdi

    Encrypted
    Encrypted

    Dijelaskan Amas, Muhammad Latif pernah menimba ilmu keagamaan di sebuah pesantren tak jauh dari rumahnya selama 3 tahun, mulai dari kelasa 3 SMP hingga lulus sekolah SMA.

    Semasa belajar di ponpes tersebut dia mendalami ilmu Alquran tanpa didampingi gurunya dan membuat bacaan dzikir sendiri.  "Makin kesini makin berkeyakinan dia seorang habib dan Imam Mahdi bahkan bapaknya mengatakan kerap kali dia (Latif) malah kesurupan harimau bertingkah seperti harimau bahkan pagar dan lain-lain bisa dijebol," katanya.

  3. 3. Sudah mengakui keliru dalam memahami agama

    Dok. Polres
    Dok. Polres

    Saat ini, pemuda yang mengaku sebagai Imam Mahdi tersebut telah mengakui kesalahannya dalam memahami ilmu agama setelah melakukan dialog dengan sejumlah pengurus MUI. Dia pun akan mendapatkan bimbingan untuk meluruskan pemahamannya selama ini.

    "Kita juga akan telusuri para pengikutnya yang berada di media sosial. Karena selama dua tahun dia aktif kampanye pemahamannya di medsos," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More