Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perdana, Muludan Tiga Masjid Digelar Bersama di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Perdana, Muludan Tiga Masjid Digelar Bersama di Kota Tangerang
Perdana, Muludan Tiga Masjid Digelar Bersama di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Untuk pertama kalinya, Muludan Tiga Masjid di Kota Tangerang digelar bersama dan dipusatkan di Masjid Agung Al-Ittihad, diawali Kirab Gunungan dari Taman Elektrik serta Tugu Jam.
  • Wali Kota Sachrudin menekankan Maulid sebagai momentum memperkuat syiar, kecintaan kepada Rasulullah, ukhuwah, dan penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tradisi Muludan warga Kalipasir yang dirawat sejak 1939 melibatkan berbagai elemen masyarakat, ditutup makan bersama dengan 3.000 porsi nasi kebuli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang tahun ini berlangsung berbeda. Untuk pertama kalinya, rangkaian Muludan Tiga Masjid dipertemukan dalam satu perayaan yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Ittihad.

Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, jajaran Pemkot Tangerang, serta masyarakat mengikuti Kirab Gunungan sebagai rangkaian perdana Muludan Tiga Masjid, Selasa (25/8/2026).

Kirab berlangsung meriah. Rombongan diberangkatkan dari Taman Elektrik dan kawasan Tugu Jam menuju Masjid Agung Al-Ittihad. Masyarakat turut berjalan bersama sambil melantunkan salawat.

  1. 1. Sachrudin sebut Maulid bukan sekadar tradisi

    Sachrudin mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ukhuwah dan silaturahmi masyarakat.

    “Maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, sekaligus meneguhkan kecintaan kita kepada beliau. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan mendorong kita untuk semakin mengenal serta meneladani akhlaknya,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kirab menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyambut Maulid Nabi.

    “Di sini kita berjalan, bersalawat, dan merayakan Maulid bersama. Ketika syiar dibangun dengan kebersamaan, insya Allah keberkahannya juga semakin luas,” katanya.

    Sachrudin juga mengingatkan masyarakat agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kemeriahan acara. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Mulai dari menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan dengan bijak, hingga membantu mereka yang membutuhkan. Inilah cara kita menghadirkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan,” tuturnya.

  2. 2. Tradisi Muludan sudah berlangsung sejak 1939

    Jemaah menghadiri peringatan Muludan yang digelar bersama oleh tiga masjid di Kota Tangerang untuk pertama kali.
    Perdana, Muludan Tiga Masjid Digelar Bersama di Kota Tangerang (Dok. Kota Tangerang)

    Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono mengatakan, keterlibatan jajaran Pemkot Tangerang dalam kirab menjadi bentuk kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam merawat tradisi keagamaan.

    “Kita bersalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasulullah SAW semakin hadir dalam kehidupan kita,” ujar Maryono.

    Sementara itu, Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman menilai tradisi Muludan perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi tradisi yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Herman.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri alim ulama, santri, dan berbagai elemen masyarakat. Tradisi Muludan ini diketahui telah dirawat warga Kalipasir sejak 1939.

    Salah satu tradisinya yakni ngarak perahu maulud yang diiringi lantunan salawat sepanjang perjalanan menuju lokasi perayaan.

  3. 3. Warga disuguhi 3.000 porsi nasi kebuli

    Rangkaian Muludan Tiga Masjid kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama. Sebanyak 3.000 porsi nasi kebuli disiapkan untuk masyarakat yang hadir.

    Jamuan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi warga.

    Perayaan Muludan Tiga Masjid tahun ini pun tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menjaga tradisi, dan memperkuat hubungan sosial antarwarga Kota Tangerang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More