Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Digeruduk Preman, SDIS Pembangunan Gelar Pembelajaran Daring

Kota Tangerang Selatan
Digeruduk Preman, SDIS Pembangunan Gelar Pembelajaran Daring
Sekelompok orang geruduk dan rusak fasilitas SDIS Pembangunan Pamulang (dok. SDIS Pembangunan Pamulang)
  • SDIS Pembangunan Pamulang menggelar pembelajaran jarak jauh pada 24 Agustus 2026 demi keamanan siswa, setelah aksi penggerudukan dan perusakan fasilitas masih berlangsung hingga pagi.
  • Orangtua siswa menyaksikan penggerudukan pertama pada 4 Juni 2026 saat ujian berlangsung; aksi anarkis membuat murid SD dan TK ketakutan serta menangis.
  • Perwakilan orangtua mengadukan aksi premanisme kepada Kapolres Tangerang Selatan dan meminta pelaku ditangkap serta diproses pidana jika kejadian kembali terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Usai digeruduk sekelompok preman yang diduga utusan dari UIN Jakarta, siswa di Sekolah Dasar Islam (SDIS) Pembangunan Pamulang digelar secara daring. Hal tersebut dilakukan demi keamanan dan keselamatan para peserta didik.

"Hari ini pembelajaran dilakukan secara PJJ (pembelajaran jarak jauh)," kata Kepala SD Islam Pembangunan Pamulang, Asep Mutaqqin Abror, saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (24/8/2026).

  1. 1. Sekelompok preman masih melakukan penggerudukan ke sekolah

    Sekelompok orang geruduk dan rusak fasilitas SDIS Pembangunan Pamulang
    Sekelompok orang geruduk dan rusak fasilitas SDIS Pembangunan Pamulang (dok. SDIS Pembangunan Pamulang)

    Asep mengungkapkan, PJJ dilakukan dengan pertimbangan kondusifitas di kawasan sekolah. Pasalnya, sekelompok preman masih melakukan penggerudukan bahkan merusak fasilitas sekolah hingga pagi hari tadi.

    "Kejadian penggerudukan masih hari ini," kata Asep.

  2. 2. Orangtua siswa saksikan aksi penggerudukan preman di sekolah

    Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Brian mengungkapkan, dirinya melihat langsung aksi penggerudukan yang terjadi pertama kali yakni pada 4 Juni 2026 lalu. Pasalnya, saat itu sedang adanya ujian yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas.

    "Saya ada di situ, saya melihat adanya rombongan bis dan mobil dinas dari pejabat UIN yang tiba-tiba datang dan langsung seperti mau menggeruduk," kata Brian.

    Hal tersebut pun mengakibatkan siswa-siswa SD dan TK yang masih berada di sekolah menangis dan ketakutan. Pasalnya, aksi tersebut berujung pada aksi anarkis dan saling dorong.

    "Bahkan siswa menyaksikan ada salah satu orang yang jarinya putus, ini kan tidak baik untuk psikologis anak seusia SD dan TK," ungkapnya.

  3. 3. Orangtua siswa juga adukan aksi premanisme tersebut ke Polisi

    Brian menuturkan, siang tadi, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kapolres Tangerang Selatan untuk mengadukan perihal aksi premanisme yang terus berlangsung tersebut. Brian mengungkapkan, hal tersebut tak sepantasnya dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.

    "Kalau melaporkan resmi tindakan premanismenya belum, karena info dari Yayasan sudah pernah dilaporkan tapi tidak diberi atensi, entah tertahan atau gimana kami tidak tahu, cuma tadi kami sepakat kalau ada kejadian-kejadian (premanisme) lagi, maka pihak kepolisian wajib orang-orang tersebut ditangkap untuk dijadikan tersangka, dimasukkan delik pidana," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More