Musim Durian di Baduy Menggila, Pedagang Raup hingga Rp10 Juta Sehari

- Musim durian di Baduy, Lebak, memasuki puncak sejak awal Agustus 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga September, dengan panen lebih melimpah dibanding beberapa tahun sebelumnya.
- Pedagang Jamal menjual durian Rp20 ribu-Rp150 ribu per buah, mencapai sekitar 200 buah per hari atau hingga 1.000 buah untuk pesanan borongan, dengan pendapatan Rp5-Rp10 juta sehari.
- Melimpahnya durian menjadi magnet wisata Baduy; pengunjung datang untuk berburu durian lokal sekaligus menikmati suasana dan keindahan alam kawasan adat.
Lebak, IDN Times - Tumpukan durian memenuhi teras rumah warga di kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Memasuki puncak musim panen, buah berduri itu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Baduy.
Musim durian tahun ini disebut menjadi salah satu yang paling melimpah setelah pandemi COVID-19. Hampir di setiap sudut kawasan permukiman warga, durian dipajang untuk dijual kepada pengunjung.
“Tahun ini cukup banyak berbuahnya jika dibandingkan beberapa tahun ke belakang,” kata salah seorang pedagang durian, Jamal, Minggu (23/8/2026).
1. Musim durian berlangsung hingga September

Musim Durian di Baduy Menggila, Pedagang Raup hingga Rp10 Juta Sehari (Dok. IDN Times/Jamal) Jamal mengatakan, musim durian di kawasan Baduy mulai memasuki puncaknya sejak awal Agustus 2026. Panen diperkirakan masih berlangsung hingga September mendatang.
Menurutnya, produksi durian yang melimpah tahun ini salah satunya dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan masa berbuah.
“Buahnya jadi sangat melimpah,” tuturnya.
2. Bisa jual 200 durian sehari

Ribuan warga adat Baduy mengikuti tradisi Seba (IDN Times/Muhamad Iqbal) Durian yang dijual Jamal dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Harga tersebut bergantung pada ukuran dan kualitas durian.
Harga bisa lebih murah jika pembelian dilakukan secara borongan. Sistem ini biasanya dimanfaatkan pedagang atau pelanggan dari luar daerah yang membeli dalam jumlah besar.
Dalam sehari, Jamal mengaku bisa menjual sekitar 200 buah durian. Namun, pada waktu tertentu, jumlah pesanan borongan bahkan dapat mencapai 1.000 buah.
Selain berjualan di rumahnya, Jamal memiliki pelanggan tetap dari sejumlah daerah, seperti Bogor, Jakarta, dan Bekasi.
“Sehari pendapatan bisa tembus Rp5 juta, kadang Rp10 juta,” ujarnya.
3. Durian jadi magnet wisatawan

Musim Durian di Baduy Menggila, Pedagang Raup hingga Rp10 Juta Sehari (Dok. IDN Times/Jamal) Melimpahnya durian juga turut memberikan warna tersendiri bagi aktivitas wisata di kawasan Baduy. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati suasana dan alam kawasan adat, tetapi juga berburu durian lokal.
Jamal mengatakan, fenomena wisatawan berburu durian hampir selalu terjadi ketika musim panen tiba. Tingginya minat terhadap durian juga ikut meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Baduy.
“Jadi ketika wisatawan membeli buah durian di Baduy, mereka tidak hanya mendapat durian, tapi juga keindahan alam di Baduy,” katanya.


















